
Islam memancarkan peraturan sebagai solusi atas segala permasalahan umat manusia. Begitu pun dalam menjaga generasi kita dari pornografi.
Oleh. Sarinah A
(Kontributor Narasiliterasi.id & Pegiat Pena Banua)
Narasiliterasi.id-Sebanyak 58 tersangka terkait kasus tindak pidana pornografi anak berhasil ditangkap oleh Bareskrim Polri. Penangkapan ini berlangsung selama kurun waktu enam bulan, sejak Mei sampai November 2024 dengan sebanyak 47 kasus dan 58 tersangka. Selain menangkap pelaku, Bareskrim Polri juga telah mengajukan pemblokiran terhadap situs atau web pornografi online sebanyak 15.659 situs. (Sindonews.com, 13-11-2024)
Aturan Terkait Pornografi
Menurut Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 menyebutkan pornografi merupakan gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. Pornografi dapat menjadi ancaman bagi anak-anak karena banyak dampak negatifnya, yaitu kecanduan pornografi yang bisa menyebabkan kerusakan otak hingga psikis. Maka sudah seharusnya kita harus waspada.
Sekularisme Sebab Maraknya Pornografi
Maraknya pornografi di negara kita yang mayoritas penduduknya adalah muslim dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu lemahnya iman, kebebasan berperilaku, dan tujuan hidup yang keliru. Di mana semua itu berpangkal dari sistem kehidupan sekularisme hari ini. Sekularisme merupakan paham yang memisahkan agama dengan kehidupan. Maksudnya, kehidupan diatur menurut aturan yang manusia buat sesuai kepentingannya. Sedangkan mereka adalah makhluk lemah dan terbatas yang tidak mengetahui baik buruk segala sesuatunya.
Contohnya seperti hari ini, pornografi menjadi bisnis yang menguntungkan bagi beberapa oknum. Padahal jelas hal tersebut sangat membahayakan bagi generasi. Mereka tidak lagi memperhatikan hal tersebut, yang mereka tuju adalah bagaimana meraup banyak materi.
Selanjutnya bagaimana kehidupan hedonis memengaruhi gaya hidup kita hari ini. Demi mengikuti nafsu hedonisnya, mereka berani melakukan apa pun walau melanggar syariat. Inilah dampak yang dilahirkan oleh sistem sekularisme. Manusia jauh dari syariat dan melahirkan banyak kemudaratan.
Sudah seharusnya kita menyadari bahwa sistem kehidupan sekuler hari ini harus segera kita tinggalkan. Kita harus kembali untuk mau tunduk diatur oleh agama yang diridai Allah, yaitu Islam.
Baca: Golput dalam Pilkada Gagalnya Sistem Demokrasi
Solusi Islam
Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah melalui Rasulullah saw. untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan dirinya sendiri, dan manusia dengan manusia lainnya. Islam memancarkan peraturan sebagai solusi atas segala permasalahan umat manusia. Begitu pun dalam menjaga generasi kita dari pornografi.
Adapun mekanisme Islam dalam menjaga generasi kita dari pornografi yang dapat merusak mereka melalui beberapa hal, yaitu kewajiban menutup aurat, menjaga pandangan, larangan ikhtilat, larangan khalwat, dan lain-lain. Aturan-aturan ini bukan maksud untuk mengekang umat manusia dalam berinteraksi maupun berekspresi. Akan tetapi, justru menjaga umat manusia dari hal-hal yang mudarat seperti perzinaan, pelecehan, dan lain-lain.
Selain aturan-aturan tersebut, perlu juga dilakukan pembinaan akidah terhadap para generasi kita sejak dini, baik dalam keluarga, masyarakat, juga negara. Dari pembinaan akidah yang benar akan melahirkan takwa dalam diri mereka dan takwa inilah yang akan melahirkan ketundukan mereka terhadap aturan Allah dan larangan Allah tersebut.
Pembinaan ketakwaan ini juga bisa didapatkan dalam sistem pendidikannya yang juga berasaskan akidah Islam. Di mana output yang dihasilkan adalah generasi bertakwa yang bermanfaat untuk umat dan agama. Lingkungan masyarakat pun juga harus dikondisikan dalam suasana yang penuh ketaatan agar tercipta budaya amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat. Selain itu, negara juga berkewajiban untuk memiliki sistem keamanan digital yang mampu melindungi generasi kita dari konten-konten yang merusak mereka seperti pornografi, pornoaksi, dan lain-lain.
Dari mekanisme inilah, Islam mampu menjaga generasi kita dari hal yang merusak mereka seperti pornografi. Andaipun jika ada yang melanggarnya, Islam juga akan memberikan sanksi yang tegas untuk pelakunya.
Dengan demikian sudah jelas bagi kita untuk kembali pada Islam yang diturunkan oleh Allah melalui Rasul-Nya pada kita, sebab dengan Islam, insyaallah generasi kita terjaga dan mulia.
Wallahu’alam bis shawab. []
Disclaimer
www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Ternyata menerima tulisan kategori SP juga. Baru tahu. Tapi untuk SP tulisan g terlalu panjang ya. Barakallah.
Tidak hanya di ruang publik, aksi yang mengeksploitasi seksualitas juga terjadi di majelis taklim yang katanya sekadar candaan, padahal sudah menjurus pelecehan.