Rasa Takut dan Cara Menaklukkannya

Rasa Takut dan Cara Menaklukkannya

Sebagai hamba yang dikaruniai rasa takut, kita mesti memelihara rasa takut dengan cara yang benar, yaitu takut melakukan perkara buruk yang membuat Allah murka.

Oleh. Bunga Padi
(Kontributor Narasiliterasi.id)

Narasiliterasi.id-Halo, Guys! Setiap manusia yang lahir ke dunia ini telah Allah Swt. bekali dengan yang namanya rasa takut. Namun, bila salah menempatkan rasa takut, akan menimbulkan kerugian pada diri sendiri. Wah, kok bisa?

Begini Guys, kita itu boleh punya rasa takut. Namun, hanya takut yang dibenarkan syariat. Misalnya, takut enggak berbuat kebajikan. Pasalnya, kebajikan itulah nanti yang akan menjadi pemberat nilai pahala di yaumulhisab. Waduh, kita bakalan merugi, deh selama hidup di dunia kalau enggak punya amal kebajikan.

Rasa Takut Hanya kepada Allah

Sebagai hamba yang dikaruniai rasa takut, kita mesti memelihara rasa takut dengan cara yang benar. Yaitu takut melakukan perkara buruk yang membuat Allah murka. Misalnya takut ketika enggak salat, malas belajar, enggan berbuat baik pada sesama, bermuamalah riba, berbuat zalim, dan masih banyak lagi

Sebaliknya, kita enggak boleh takut menghadapi tantangan hidup dan berbuat baik. Ini karena selama kaki masih menapaki bumi maka kita akan berdampingan dengan yang namanya tantangan. Nah, tantangan ini harus kita taklukkan jika ingin sukses dan berhasil.

Mengalahkan Rasa Takut

Guys, untuk mengalahkan rasa takut kita kudu berani menghadapi penyebab rasa takut tersebut. Kita juga harus siap melakukan berbagai perubahan agar bisa berkembang. Coba perhatikan apa yang ada di tanganmu sekarang. Apakah sedang membaca naskah ini?

Iya, aku tahu. Kalian sedang membaca tulisan ini melalui layar handphone. Handphone adalah sebuah produk teknologi dan inovasi abad kekinian yang belum ada pada zaman kakek buyut kita. Namun, handphone sudah menjadi kebutuhan sehingga kita mau belajar cara menggunakannya. Kita berusaha mengalahkan rasa takut dan memberanikan diri mengutak-atik handphone hingga bisa. Walhasil, kita jadi mudah berkomunikasi atau sekadar membaca berita.

Jangan Merasa Takut Mencoba

Sejatinya, setiap manusia yang hidup akan tumbuh dan berkembang. Enggak ada seorang pun yang mau hidup seperti burung dalam sangkar yang terkungkung dalam kebodohan. Namun, kadang kita sudah takut dahulu sebelum mencoba sesuatu.

Contohnya begini, Guys. Pada suatu hari, aku mengobrol santai dengan salah satu sahabatku via telepon. Sebelumnya kami saling tanya kabar dan macam-macamnya. Namun, ada hal menarik dalam obrolan itu saat aku mengajaknya ikut dalam suatu event kepenulisan. Ia menolak dan mengatakan takut ikut challenge sebab saingannya berat, yaitu melawan para penulis yang ada di komunitas tempat aku bernaung.

Mendengar ucapannya, dahiku mengeryit, mataku mendelik. Beruntung sahabatku enggak berada di dekatku, jadi enggak melihat rona wajahku. Duh, ingin rasanya kupelototi matanya seraya menebarkan mantra-mantra ajaib (baca: nasihat).

Aku katakan padanya, “Kamu kenapa mesti takut? Bukankah kamu punya peluang yang sama untuk menjajal kemampuan? Eh, karya tulismu bagus, lo. Mereka juga sama kayak kita, saudara. Jadi, enggak perlu takut.”

“Benar Mbak, aku takut dahulu, lo. Maju mundur rasanya setiap kali mau berkompetisi di sana," jawab sahabatku.

Apa yang diucapkan sahabatku tadi bisa jadi ada benarnya. Perasaan takut telah menghantuinya, tetapi yang pasti, ia lebih dahulu dikalahkan rasa takutnya sebelum mencoba. Dengan kata lain, ia kalah sebelum bertanding.

Baca juga: Mengenal Diri Setelah Mengelola Rasa Takut dan Cemas

Dampak Buruk Rasa Takut

Guys, ada hal yang perlu dilakukan agar berhasil dalam meraih impian atau cita-cita, kita perlu memperbesar rasa berani dan mengerdilkan rasa takut. Kita juga harus menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa menghambat kemajuan.

Well, mengapa sih rasa takut perlu dikerdilkan/dikalahkan? Sebab rasa takut yang berlebihan bisa membahayakan diri dan berdampak buruk bagi perkembangan potensi yang kita miliki. Rasa takut enggak pada tempatnya akan menjadikan seseorang cenderung pesimis, rendah diri, menjadi pribadi yang tertutup, merasa terasing, dan negatif thinking.

Menjadi Pribadi Pemberani

By the way. Jika kita flashback ke zaman kegemilangan Islam, kita akan menemui banyak kisah luar biasa yang menohok hati. Kisah mereka menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi bagi kita agar menjadi pribadi yang berani dan produktif berkarya. Misalnya, Lubna seorang muslimah pejuang literasi dan tokoh penting di istana pada era kekhilafahan Bani Ummayah pada abad ke-10 di Cordoba, Andalusia (Spanyol).

Walau memiliki latar belakang seorang budak, Lubna terus menempa diri dengan mempelajari berbagai disiplin ilmu. Berkat upayanya yang pantang menyerah, Allah mengubahnya menjadi wanita cerdas, bermartabat, intelek, dan disegani.

Berkat kegigihannya dalam belajar, Lubna menguasai banyak bidang ilmu, salah satunya adalah matematika. Ia juga menulis berbagai genre karya tulis, seperti sastra, gramatika, dan sains. Lubna juga diamanahi untuk mengelola perpustakaan negara. Ia piawai menjalankan perannya sebagai juru tulis dan berhasil mendatangkan 500 ribu lebih koleksi buku dari berbagai kota seperti Kairo, Baghdad, dan Damaskus. Wajarlah kemudian perpustakaan yang dipimpinnya menjadi perpustakaan terbesar di Eropa. Berkat kecerdasannya, Lubna diangkat menjadi sekretaris istana pada masa Khalifah ‘Abd ar-Rahman III (931-961 H) dan putranya Al-Hakam bin ‘Abd ar-Rahman (976 H). (republika.co.id)

Jangan Merasa Takut untuk Mencoba

Allah Swt. berfirman dalam QS Ar-Ra'd ayat 11:

إِنَّ اللهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”

Dari dalil di atas, cukuplah menjadi penguat bagi kita untuk terus melangkah ke arah yang lebih baik lagi. Jangan takut untuk mencoba, selama Allah Swt. masih memberi umur, kita harus berani mencoba hal-hal baru yang akan meningkatkan kualitas diri kita di hadapan Allah Swt.

Berikut tip untuk mengubah rasa takut jadi berani:

Pertama, meluruskan niat. Kita harus meniatkan perbuatan kita hanya untuk meraih rida Allah.

Kedua, membangun sikap mental positif, optimis, dan husnuzan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. dalam HR Tabrani bahwa Allah itu akan sesuai persangkaan hamba-Nya. Bila prasangka kita baik, akan baik pula kejadiannya. Demikian pula sebaliknya. Kita mesti wawas diri dan menanamkan dalam pikiran kita hal-hal yang baik-baik saja. Kita harus yakin bahwa dengan pertolongan Allah, kita akan bisa maju dan sukses. Percayalah, enggak ada yang enggak mungkin bagi Allah.

Ketiga, meyakini sepenuh hati bahwa peluang untuk sukses juga berhak untuk kita miliki. Kita enggak boleh berpuas diri dengan ilmu yang kita punya. Kita harus terus belajar demi menambah tabungan ilmu, termasuk kepenulisan. Supaya tulisan jadi lebih bagus, coba deh banyak membaca, berlatih menulis, dan memperhatikan rambu-rambu kepenulisan. Jika kita sudah membuat tulisan dan dikirim ke media, jangan sedih bila enggak tayang. Bikinlah tulisan baru dan kirim lagi. So, don’t lose heart.

Keempat, menikmati setiap proses belajar dengan happy dan enjoy. Ada satu kebiasaan yang aku lakukan kala menginginkan sesuatu, yaitu mengucapkan sebuah kata sederhana, tetapi cukup ampuh memotivasi. Kalimat itu adalah, “Aku pasti bisa.” dan “New day, new spirit.” Kita harus yakin bahwa kebiasaan gemar belajar, berani mencoba hal baru, berani menaklukkan rintangan, serta mengalahkan rasa takut adalah bagian dari menikmati proses belajar.

Kelima, jangan takut mengatakan “tidak” pada sesuatu yang enggak sesuai pilihan hati. Kadang kita bertemu dengan orang yang suka memanfaatkan kesempatan dan kebaikan kita. Ada yang suka nyinyir, mencela, dan bermacam komentar negatif. Supaya enggak mengalami tekanan mental dan terhindar dari rasa takut, kita kudu berani berterus terang agar orang lain tahu bahwa kita enggak menyukai perilaku atau ucapan buruknya dan memintanya berhenti melakukan hal buruk.

Buang Jauh Rasa Takut

Mari kita renungkan sejenak peringatan Allah Swt. dalam surah Al-Ashr ayat 1-3 yang mengingatkan bahwa di dalam kehidupan ini sebenarnya keadaan manusia sedang merugi, kecuali mereka yang berbuat amal saleh, saling menasihati, dan mengingatkan dalam kesabaran. Jadi, buang rasa takutmu jauh-jauh dan perbesarlah rasa beranimu. Jangan sampai rasa takut lebih dominan menguasai diri. Bangkit dan berusahalah untuk melakukanlah perubahan-perubahan yang positif.

Buang jauh-jauh rasa takutmu dan tumbuhkan rasa berani. Bergaullah dengan sahabat salihah yang mendukungmu. Bertumbuhlah di lingkungan yang baik. Insyaallah kesuksesan akan menyertaimu. Amin. Wallahua’lam bishawab []

Disclaimer

www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Bunga Padi Kontributor Narasiliterasi.id
Previous
Beer dan Wine Bersertifikat Halal, kok Bisa?
Next
Kematian, Sudahkah Kita Menyiapkannya?
2 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

7 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Sri Haryati
Sri Haryati
5 months ago

Kok aku ngerasa tercubit ya 🤭🙈 Syukron mbak Mimi selalu ngajak dan motivasi daku buat ikut challenge di NP. Barakallah, sukses selalu dunia akhirat yes 🤲🥰

Mimy muthmainnah
Mimy muthmainnah
5 months ago
Reply to  Sri Haryati

Masyaallah barakallah dek Sri doa yg sama untukmu. Sukses dunia akhirat. 🤗🥰

novianti
novianti
5 months ago

Membuang rasa takut dengan berani mencoba, meminimalkan kegagalan dengan membuat persiapan sebelum melakukan. Barokallohu, mba

Mimy muthmainnah
Mimy muthmainnah
5 months ago
Reply to  novianti

Aamiin Ya Mujibassailiin....

Masyaallah benar sekali mb Novianti. Jazakillah khairan telah mampir. Sukses dunia akhirat untukmu.

Isty Da'iyah
Isty Da'iyah
5 months ago

Barakallah mbak mimi, naskahnya keren. Kadang-kadang takut untuk mencoba juga.

Iha Bunda Khansa
Iha Bunda Khansa
5 months ago

MaasyaAllah....
Betul Mbak. Kita hanya takut pada Allah, takut jika tidak menjalankan perintah Allah....

Naskahnya keren Mbak. .
Pernah mengalami posisi takut. .

Barakallahu fiik

trackback

[…] Baca: Rasa Takut dan Cara Menaklukkannya. […]

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram