
Zionis mulai melakukan berbagai upaya politik dan arkeologis untuk memperluas kendali atas kawasan suci tersebut, termasuk dengan melakukan penggalian di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa yang kini mengancam stabilitas bangunannya.
Oleh. Nurhidayah Humayrah
(Kontributor NarasiLiterasi.Id)
NarasiLiterasi.Id--Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem, Palestina, terancam roboh menyusul penggalian dan pembangunan bawah tanah yang telah lama dilakukan Israel. Israel tercatat telah melakukan rekonstruksi bawah tanah di bawah Al-Aqsa terhitung sejak 1967 dengan alasan penggalian benda bersejarah dan kepentingan ilmiah. (CNNIndonesia.com, 02-11-2025)
Masjid Al-Aqsa Terancam Roboh
Masjid Al-Aqsa adalah tempat suci, tempat para nabi dan tanah yang diberkahi dan harus diperjuangkan. Karena itu, kaum muslim di Palestina tak pernah gentar oleh serangan para Zionis. Mereka tetap bertahan karena akidah Islam yang telah mengikat mereka. Mereka menjaga Masjid Al-Aqsa karena kuatnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
Meskipun ada pembatasan, ribuan warga Palestina dari Yerusalem dan wilayah yang diduduki sejak 1948 berhasil mencapai masjid untuk mempertahankan hak beribadah di Al-Aqsa.
Anadolu memberitakan Zionis telah melaksanakan ratusan penggalian di bawah kompleks Al-Aqsa dengan alasan penelitian arkeologi sejak pendudukan tahun 1967.
Mereka menargetkan 20 bangunan bersejarah dan arkeologi yang hingga kini masih dihuni muslim Yerusalem di wilayah Bab Al-Silsla dan Bab Al-Magharba. Panjang terowongan tersebut diperkirakan mencapai 550 meter. Kepala Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem Ekrima Sabri menginfokan banyak bangunan bersejarah di sekitar Masjid Al-Aqsa mulai ambruk akibat penggalian terowongan tersebut.
Semua terowongan diubah menjadi museum dan sinagoge. Al-Rifai menyatakan bahwa penggalian terowongan akan mengakibatkan kerusakan pada beberapa landmark Palestina. Kerusakan itu meliputi rumah-rumah bersejarah dan sekolah-sekolah kuno, serta mengancam stabilitas fondasi Masjid Al-Aqsa.
Terowongan-terowongan yang dibuat untuk memaksakan kendali Zionis atas tempat-tempat suci di Yerusalem, terutama Masjid Al-Aqsa. Hal ini menimbulkan masalah identitas keislaman dan masa depan kawasan Masjid Al-Aqsa.
Upaya Israel Menguasai Al-Aqsa
Pembangunan terowongan Zionis tidak dilakukan saat ini saja, melainkan telah dilakukan sejak 1968. Pintu terowongan telah meluas dari utara hingga selatan Palestina pada 1996. Kejadian tersebut memicu gelombang protes warga Palestina hingga mengakibatkan 63 orang syahid dan 1.600 lainnya mengalami luka-luka.
Tindakan Israel yang berupaya menguasai kompleks Masjid Al-Aqsa secara perlahan telah mengikis karakter keislaman tempat suci tersebut. Sementara itu, umat Islam di berbagai belahan dunia justru bungkam, padahal menjaga dan membela Al-Aqsa bukan semata tanggung jawab rakyat Palestina, melainkan kewajiban seluruh kaum muslimin.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran atas kerusakan struktural dan dugaan konspirasi arkeologis di bawah kompleks Al-Aqsa. Penggalian terowongan yang dilakukan Israel dengan dalih penelitian arkeologi dinilai memiliki agenda politik terselubung dan berpotensi merusak integritas bangunan bersejarah serta lanskap arkeologis di sekitar masjid suci tersebut.
Penggalian ini dinilai sebagai bagian dari upaya "Yudaisasi" Yerusalem untuk memperkuat klaim historis dan kedaulatan Israel atas wilayah tersebut, bukan hanya sekadar penelitian sejarah. Aktivitas penggalian bawah tanah ini diduga telah menyebabkan keretakan, penurunan tanah, dan kerusakan pada fondasi bangunan kuno di area tersebut, yang memicu kekhawatiran akan kerusakan fisik yang lebih parah di masa depan.
Organisasi seperti UNESCO telah menyatakan keprihatinannya atas penggalian yang berlangsung tanpa pengawasan arkeologis yang memadai dan berpotensi mengganggu integrasi struktur bersejarah di atasnya, termasuk kawasan Haram. Selain dampak fisik, penggalian ini juga memicu ketegangan politik dan sosial, termasuk protes dan tekanan internasional terkait isu status Yerusalem.
Pelanggaran Status Quo
Pihak berwenang Palestina menilai penggalian tersebut melanggar ketentuan status quo yang menjaga keseimbangan situs suci di kota tua. Gubernur Yerusalem menyebutkan, dalam beberapa waktu terakhir, otoritas Israel dan organisasi pemukim meningkatkan intensitas pengeboran bawah tanah. Terutama di wilayah yang berdekatan dengan dinding selatan dan barat Masjid Al-Aqsa. Khatib Masjid Al-Aqsa sekaligus Ketua Dewan Tinggi Islam di Yerusalem, Syekh Ekrima Sabri mengatakan peringatan keras atas meningkatnya bahaya akibat penggalian Israel yang terus-menerus di bawah dan di sekitar kompleks situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.
Dalam khotbah Jumat di Al-Aqsa, Syekh Sabri memperingatkan penggalian yang sedang berlangsung merupakan "kampanye sistematis" untuk membuka jalan bagi pembangunan "kuil". Ini adalah aksi terencana untuk me-Yahudi-kan situs tersebut. Langkah-langkah ini, menurut penduduk setempat merupakan bagian dari upaya untuk menekan eksistensi Palestina di Yerusalem.
Zionis Yahudi memang berencana untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa kemudian mendirikan sinagoge di atasnya. Zionis Yahudi berniat mengambil paksa Masjid Al-Aqsa dan ingin membuat tempat ibadah. Pada Ramadan 2024, Menteri Keamanan Nasional Zionis Itamar Ben-Gvir memimpin ratusan warga Yahudi ke kompleks Masjid Al-Aqsa.
Baca juga: Mengakhiri Nestapa Palestina
Butuh Pembebasan Hakiki
Selama berabad-abad, Masjid Al-Aqsa terjaga dalam naungan kekuasaan Islam. Hal ini terjadi sejak dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khaththab r.a., hingga masa Khilafah Utsmaniyah. Selama itu pula, Al-Aqsa jauh dari kehancuran. Namun, ketika Khilafah Utsmaniyah melemah menjelang Perang Dunia I, Inggris berupaya merebut wilayah tersebut dari tangan kaum muslim.
Sejak saat itu, Khilafah Utsmaniyah berusaha keras mempertahankan Baitul Maqdis agar tidak jatuh ke tangan Zionis. Kala itu, Yahudi hanya diizinkan berdoa di Tembok Barat dan tidak diperkenankan mengubah kawasan Al-Aqsa. Akan tetapi, setelah Khilafah runtuh dan wilayah Palestina dikuasai Inggris, gerakan Zionis makin leluasa. Mereka mulai melakukan berbagai upaya politik dan arkeologis untuk memperluas kendali atas kawasan suci tersebut. Termasuk dengan melakukan penggalian di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa yang kini mengancam stabilitas bangunannya.
Negeri Muslim Tak Berdaya
Namun, hari ini negeri-negeri muslim seolah bungkam ketika Masjid Al-Aqsa dimusnahkan perlahan oleh tangan-tangan kafir. Mereka pun diam saat tentara Zionis menyerbu masuk ke dalam masjid dengan sepatu mereka yang najis. Hanya sebagian umat yang tergerak hatinya untuk membebaskan Al-Aqsa, sementara para penguasa justru bungkam dan tak berdaya. Tidakkah mereka merasa peduli, marah, dan meneteskan air mata melihat kiblat pertama yang suci sekaligus tempat mikraj Rasulullah saw. itu dirusak oleh tangan-tangan zalim?
Ketika semangat nasionalisme masih bercokol dan jabatan tertinggi telah menutup mata serta hati para penguasa muslim, mereka pun tak lagi tergerak untuk membela Al-Aqsa. Sebaliknya, mereka justru menawarkan solusi dua negara bagi Palestina. Yakni, sebuah solusi yang tampak sebagai jalan damai jangka panjang. Padahal sejatinya hanyalah siasat jangka pendek Zionis dan sekutunya untuk menguasai Palestina tanpa perlawanan.
Solusi Jangka Panjang
Kita harus ingat, bahwa kaum Yahudi adalah musuh umat Islam. Mereka dikenal sebagai kaum yang kerap mengingkari janji, baik kepada Allah maupun kepada manusia. Bahkan, perjanjian gencatan senjata pun sering mereka langgar.
Oleh karenanya, solusi jangka panjang atas permasalahan Palestina dan Masjid Al-Aqsa, adalah jihad fisabilillah untuk menghapus Zionis. Umat makin tersadarkan urgensi jihad untuk membebaskan Palestina. Seruan menggelora dari berbagai penjuru dunia sebagai dukungan pengiriman pasukan untuk berjihad membebaskan Palestina. Allah Swt. berfirman,
"Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir." (TQS. Al-Baqarah: 191)
Khatimah
Negeri-negeri muslim tidak boleh berdiam diri sementara rakyat Palestina menghadapi penderitaan. Di akhirat nanti, kita semua akan dimintai pertanggungjawaban atas sikap kita terhadap kaum yang tertindas. Oleh sebab itu, kewajiban kita adalah membantu melalui dakwah dan perjuangan politik yang sah demi tegaknya keadilan. Dalam perspektif Islam, jihad untuk menegakkan keadilan dan melindungi kaum yang lemah. Allah Taala berfirman,
“Diwajibkan atas kalian berperang.” (TQS Al-Baqarah [2]: 216)
Allah Swt. berfirman,
“Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu, dan orang-orang selain mereka. (TQS Al-Anfal [8]: 60)
Oleh karena itu, memerdekakan palestina harus dengan jihad untuk mengusir penjajah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Semoga segala upaya, baik melalui dakwah maupun seruan jihad yang kita lakukan menjadi hujah di hadapan Allah. Semoga upaya ini mampu mengembalikan Negara Khilafah rasyidah agar wilayah Palestina kembali ke tangan kaum muslim. Wallahualam bissawab.[]
Disclaimer
www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com



















MasyaAllah tulisan yang mencerahkan. Semoga Al Aqso segera dibebaskan, dan Islam berjaya kembali seperti 13 abad yang lalu.aamiin
Masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam sudah mau roboh, tapi umat Islam masih adem ayem dan penguasanya sibuk dengan urusan dunianya. Ya Rabb, betapa kami sudah berikhtiar menyadarkan tentang hal ini. Semoga Allah lembutkan hati kaum muslimin untuk segera bangkit.
Penjajahan pemikiran yg memudahkan penjajahan lain²nya masuk, meencengkram semua negeri² muslim. Hingga umat Islam berhasil dikendalikan hati, pikiran, perilakunya.
Bahkan, untuk mengirim tentara perang dari satu negeri muslim saja untuk membebaskan Al-Aqsa umat Islam tak mampu!
Masjid Al-Aqsa harus dilindungi, kesatuan umat Islam sudah dicerai-berai oleh kaum penjajah. Namun sayangnya kesatuan kaum muslim yang merupakan kunci tegaknya peradaban Islam sudah goyah. Al -Aqsa memanggil-manggil seluruh kaum muslim, namun tidak ada jawaban yang pasti untuk membela dan melindunginya.
Sungguh, umat Islam berdosa jika membiarkan penggalian terowongan ini. Hanya jihad dan khilafah yang bisa menuntaskan penindasan yang dilakukan oleh Zionis laknatullah.
[…] Baca: masjid al aqsa terancam roboh butuh pembebasan hakiki […]