Pelajar Terjerat Peredaran Narkoba

Pelajar Terjerat Peredaran Narkoba

Maka untuk menyelamatkan generasi dari bahaya penyalahgunaan narkoba tidak cukup dengan penyuluhan melainkan diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dengan menggantikan sistem sekuler kapitalis ini dengan sistem Islam.

Oleh Ummu Aidzul
(Kontributor NarasiLiterasi.Id dan Tenaga Pendidik
)

NarasiLiterasi.Id-Berita yang mengejutkan datang dari Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bukan kabar yang baik, justru kabar buruk tentang peredaran narkoba di Desa Mangga, Kecamatan Langgudu. Dua orang warganya digerebek akibat kepemilikan sabu yang hendak diedarkan. Untuk mengelabui warga, sabu tersebut ditanam di dekat rumah nya. Kedua warga itu adalah SH (26) dan KF. Mirisnya status KF adalah seorang pelajar. Polisi pun masih memburu bandar sabu tersebut. Berita ini diungkapkan oleh Kasat Resnarkoba, AKP Jahyadi Dibawain. (DetikBali, 02-04-2026)

Berita yang serupa datang dari Kendari. Di hari pertama masuk sekolah setelah libur lebaran, Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari menyergap seorang pelajar berusia 19 tahun berinisial HS. Dia ditangkap beserta dengan puluhan paket sabu yang tersebar di berbagai tempat.

Meningkatnya Kasus Narkoba di Kalangan Pelajar

Narkoba atau narkotika sama dengan obat terlarang. Narkotika sendiri menurut kamus KBBI adalah obat untuk memenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa kantuk atau merangsang (seperti ganja, opium). Narkoba ketika dikonsumsi konon katanya bisa membuat seseorang berhalusinasi dan menimbulkan sensasi rasa bahagia. Namun, mengkonsumsinya akan menimbulkan ketergantungan dan akhirnya merusak organ vital. Maka narkoba ini merupakan barang yang berbahaya. Selain itu, pecandunya biasanya akan melakukan berbagai cara agar bisa memperoleh obat terlarang ini bahkan tidak jarang bertindak kriminal.

Meskipun berbahaya, kasus pemakaian narkoba terutama di kalangan pelajar terus meningkat. Angka yang dilaporkan cukup fantastis, data dari BNN sebanyak 2,2 juta pelajar terpapar narkoba. Padahal kerusakan yang ditimbulkan dari konsumsi zat adiktif ini tidak hanya kerusakan secara fisik tetapi juga secara mental. Salah satu faktor pelajar yang kecanduan narkoba awalnya dari rasa penasaran, coba-coba karena diajak teman hingga akhirnya kecanduan. Ditambah sekarang ada pelajar yang bahkan menjadi pengedar. Sungguh kondisi generasi kini terancam bahaya narkoba.

Rusaknya Generasi Akibat Sistem Rusak

Kasus narkoba yang kian hari terus bertambah tanpa bisa dihentikan akibat penerapan sistem sekuler kapitalisme. Sistem sekuler kapitalisme yang menjauhkan agama dari aturan kehidupan. Agama hanya mengatur permasalahan ibadah saja. Akibatnya generasi tidak memahami halal dan haram. Suatu yang halal itulah yang diperbolehkan dan sesuatu yang haram haruslah dijauhi.

Generasi muslim saat ini telah teracuni pemahaman liberal dari Barat. Liberal berarti kebebasan. Manusia berhak memilih suatu perbuatan selama itu dirasa menyenangkan dirinya dan tidak merugikan orang lain. Padahal mengkonsumsi zat yang memabukkan dan membuat manusia kehilangan kesadaran nya diharamkan dalam Islam.

Pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk mencegah pelajar dari penyalahgunaan narkoba ini. Di antaranya penyuluhan bahaya narkoba oleh BNN dan instansi terkait, pengembangan kader anti narkoba, pengawasan yang ketat dari sekolah, kampanye "say no to drugs", dan rehabilitasi bagi korban. Namun, sayangnya upaya-upaya tersebut belum terlihat hasilnya dalam pencegahan narkoba yang buktinya terus bertambah jumlahnya. Karena langkah tersebut tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya.

Pelajar yang menjadi pengedar menjadi bukti sistem pendidikan sekuler saat ini telah menjauhkan mereka dari agama, penjagaan akal, moral serta perbuatan. Selain gagalnya sistem pendidikan, lemahnya hukum yang diterapkan saat ini mengakibatkan pelajar mudah terperangkap kepada aktivitas kriminal.

Sistem Islam Menjaga Generasi

Islam merupakan sebuah mabda yang memiliki aturan yang komprehensif dalam kehidupan. Di dalamnya terdapat pula sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam akan menguatkan akidah pelajar dan mendorong mereka untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan. Dia akan memahami halal dan haram sehingga bersungguh-sungguh untuk menjauhi perkara haram seperti narkoba. Sistem pendidikan Islam akan menghasilkan seorang pelajar yang saleh, muslih dan berkepribadian Islam.

Selain sistem pendidikan Islam, untuk menjaga generasi juga diperlukan kerja sama dari keluarga, masyarakat dan negara. Dari level keluarga akan menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga generasi. Untuk menjaga generasi dari narkoba, orang tua harus bersungguh-sungguh dalam mendampingi dan membersamai tumbuh kembang anak. Memberikan kasih sayang serta menanamkan nilai-nilai akidah agar tidak melanggar aturan agama.

Selain itu masyarakat yang memahami kewajiban amar makruf nahi mungkar akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi generasi. Masyarakat yang tidak bersikap apatis atau diam saja ketika ada yang melakukan pelanggaran, untuk mencegah perilaku maksiat beredar.

Dan pihak yang paling mampu untuk mencegah penyalahgunaan narkoba adalah negara. Negara harus memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku penyalahgunaan narkoba baik bagi pembuat, pemakai maupun pengedarnya.

Sanksi bagi pelaku penyalahgunaan narkoba dalam Islam tergantung perannya apakah dia sebagai pengguna atau pengedar. Bagi pengguna akan dikenakan sanksi takzir yang kasar hukuman nya ditentukan oleh Qadhi bisa berupa deraan atau cambuk, penjara, denda maupun rehabilitasi. Sedangkan pengedar maupun produsen narkoba sanksinya berupa takzir berat hingga hukuman mati karena mereka telah menyebarluaskan kejahatan hingga merusak generasi muda. Kejahatannya sungguh besar serupa dengan pemberontakan atau pembunuhan.

Baca juga: Sistem Sekuler Gagal Menjaga Generasi

Khatimah

Dalam Islam mengkonsumsi zat yang memabukkan itu diharamkan sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
"Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yang memabukkan adalah haram."
(HR Muslim No. 2003, dari Ibnu Umar)

Maka untuk menyelamatkan generasi dari bahaya penyalahgunaan narkoba tidak cukup dengan penyuluhan melainkan diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dengan menggantikan sistem sekuler kapitalis ini dengan sistem Islam. Karena penerapan aturan Islam secara komprehensif akan menciptakan keteraturan dan ketenangan hidup. Wallahualam bissawab. []

Disclaimer

www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Ummu Aidzul Kontributor Narasi literasi.Id
Previous
Sistem Sekuler Gagal Menjaga Generasi
Next
Gejolak BBM di Tengah Perseteruan Global
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram