Dampak Penutupan USAID

Dampak Penutupan USAID

Dengan menyolusikan semua persoalan menggunakan dengan aturan berbasis syariat, Daulah Islam akan mandiri, tidak bergantung pada bantuan dari pihak mana pun, tak terkecuali program-program semisal USAID.

Oleh. Mardiyah
(Kontributor NarasiLiterasi.id)

Narasiliterasi.id-United States Agency for International Development (USAID) atau Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat dikabarkan hendak ditutup. Presiden AS Donald Trump menyampaikan sedang mempertimbangkan masa depan USAID. (cnnindonesia.com, 8-2-2025)

Faktanya bahwa USAID telah memberikan banyak bantuan kemanusiaan di luar negeri. Dalam hal ini Trump menuduh badan yang dibentuk pemerintah AS ini telah tersusupi dan dikelola oleh "orang-orang gila yang radikal".

Baca juga: Sang Adidaya Harus Muhasabah

Trump mulai melirik dan menegaskan dukungannya pada Elon Musk yang memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency/DOGE). Trump menyatakan kepada wartawan bahwa Elon Musk "melakukan pekerjaan dengan baik" dan "sangat cerdas".

Kebijakan Trump untuk USAID merupakan bagian dari rangkaian pemangkasan anggaran yang telah direncanakan Donald Trump. Terhitung sejak kembali menjabat sebagai Presiden Amerika bulan lalu, ia telah berkoordinasi dengan Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) milik Elon Musk.

Apa Itu USAID?

Mengutip dari website resmi pemerintah AS (USA.gov), Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID adalah badan utama Amerika Serikat yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara yang baru pulih dari bencana, yang sedang bangkit dari keterpurukan, atau yang baru merdeka. Badan ini dibentuk berdasarkan undang-undang oleh Presiden John F. Kennedy yang disahkan Kongres AS sejak tahun 1961.

Faktanya, menurut Congressional Research Service, USAID telah mempekerjakan sekitar 10 ribu orang, 63% mereka bekerja di luar negeri. USAID memiliki kantor di lebih dari 60 negara dan bekerja di puluhan negara lainnya. Akan tetapi, pekerjaan di lapangan dikerjakan oleh organisasi lain yang dikontrak dan didanai oleh USAID.

Di antara kegiatan yang dilakukannya adalah menyediakan makanan di negara-negara di mana banyak orang kelaparan. Aktivitasnya juga mengoperasikan sistem pendeteksi kelaparan berstandar emas di dunia. Anggaran USAID juga dihabiskan untuk program-program kesehatan, seperti memberikan vaksinasi polio di negara-negara tertentu, demikian laporan yang dilansir BBC, Rabu (5-2-2025).

Dampak Penutupan USAID bagi Indonesia

USAID telah lama bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam berbagai program, seperti program kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.

Beberapa dampak yang mungkin terjadi ketika USAID ditutup, adalah:

Pertama, USAID telah memberikan bantuan kesehatan yang signifikan kepada Indonesia, termasuk program vaksinasi dan pengendalian penyakit menular juga penanganan HIV-AIDS. Penutupannya tentu dapat mengurangi akses ke bantuan kesehatan ini.

Kedua, bantuan pendidikan juga diterima Indonesia dari USAID, termasuk program pendidikan dasar dan menengah. Jika lembaga ini ditutup, tentu dapat mengurangi akses ke bantuan pendidikan ini.

Ketiga, adanya program bantuan infrastruktur dari USAID untuk Indonesia, termasuk pembangunan jalan dan jembatan. Penutupannya dapat mengurangi investasi infrastruktur ini.

Keempat, sejumlah LSM di Indonesia terdampak langsung dengan rencana penutupan USAID. Meskipun sejumlah pengamat AS telah mengingatkan bahwa penting bagi AS untuk tetap memberikan bantuan luar negeri, demi hubungan baik AS dengan mitra-mitranya.

Kelima, lepasnya Indonesia dari ketergantungan bantuan luar negeri terutama bantuan dari Amerika lewat USAID. Namun, Kementerian Luar Negeri RI sedang melakukan persiapan jika kebijakan penutupan USAID terbukti memberikan dampak langsung terhadap kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat.

Inilah gambaran bagi Indonesia secara khusus atas penutupan USAID oleh Presiden Amerika Donald Trump. Bisa jadi demikian pula yang terjadi dengan negara lain yang bekerja sama dengan USAID.

Solusi Islam

Daulah Islam/Khilafah adalah sebuah negara berideologi Islam. Daulah Islam mampu dan mau menerapkan syariat Islam secara kaffah/totalitas. Sistem keuangan Daulah Islam berdasarkan syariat Islam. Hasilnya luar biasa menjadi negara super power yang kesejahteraan masyarakatnya terjamin selama berabad-abad. Dengan menyolusikan semua persoalan menggunakan dengan aturan berbasis syariat, Daulah Islam akan mandiri, tidak bergantung pada bantuan dari pihak mana pun, tak terkecuali program-program semisal USAID.

Sistem ekonomi Islam membagi 3 jenis kepemilikan, yaitu:

Kesatu, kepemilikan individu atau milkiah fardiah yang dijamin keamanannya oleh negara.

Kedua, kepemilikan umum atau milkiah 'ammah yaitu sumber daya alam yang jumlahnya sangat melimpah. Itu hakikatnya milik rakyat yang pengelolaannya harus dilakukan oleh negara dan hasilnya untuk kepentingan rakyat.

Ketiga, kepemilikan negara atau milkiah daulah yaitu apa saja harta yang pengelolaan dan distribusinya dilakukan oleh negara, seperti zakat, jizyah, ganimah, fai.

Milkiah ammah dan milkiah daulah, semuanya dikelola oleh negara dengan membentuk suatu badan pengelola keuangan Daulah Islam bernama baitulmal. Dengan pengelolaan berdasarkan syariat Islam, Daulah Khilafah mampu dan mandiri membiayai seluruh pembangunan di Daulah Islam, tanpa bergantung pada bantuan luar negeri asing.

Dalam Islam, kepemilikan daulah diatur berdasarkan prinsip-prinsip syariat yang bertujuan untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Berikut adalah beberapa prinsip kepemilikan daulah menurut Islam:

Kesatu, terkait kepemilikan umum, syariat Islam mengajarkan bahwa sumber daya alam dan kekayaan negara adalah milik umum, bukan milik pribadi atau kelompok tertentu.

Kedua, pengelolaannya dilakukan oleh negara. Negara bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya alam dan kekayaan daulah/negara untuk kepentingan rakyat.

Ketiga, distribusinya dilakukan secara adil. Islam menekankan pentingnya distribusi kekayaan yang adil dan merata sehingga tidak ada kesenjangan yang besar antara kaya dan miskin.

Keempat, penggunaan sumber daya alam dan kekayaan negara harus digunakan untuk kepentingan umum, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Kelima, pengawasannya melibatkan ulama. Dalam sistem pemerintahan Islam, ulama memiliki peran penting dalam mengawasi pengelolaan kekayaan negara dan memastikan bahwa kekayaan negara digunakan untuk kepentingan umum.

Demikianlah, Daulah Islam pernah eksis selama berabad-abad dengan kesejahteraan yang melimpah. Tidakkah umat Islam merindukan tegaknya Daulah Islam yang kedua? Wallahualam bissawab.[]

Disclaimer

www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor Narasiliterasi.id
Mardiyah Kontributor Narasiliterasi.id
Previous
Kriminalitas Kian Marak Akibat Sistem Rusak
Next
Tatapan Terakhir
4 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Nisa
Nisa
1 month ago

Sang adidaya yang merasa salah sasaran memberikan bantuannya...

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram