Gerakan 4B, Ide Feminisme yang Berbahaya

Gerakan 4B, Ide Feminisme yang Berbahaya

Gerakan 4B tercetus akibat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang penuh kekerasan, pergaulan bebas, perekonomian yang sulit, dan media sosial. Hal ini dikarenakan negara menerapkan sistem sekuler kapitalisme.

Oleh. Tami Faid
(Kontributor Narasiliterasi.id)

Narasiliterasi.id-Media sosial diramaikan adanya diskusi gerakan 4B. Terdapat unggahan yang diminati oleh para perempuan dari seluruh dunia, khususnya setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden AS. Unggahan tersebut berisikan pernyataan berikut, “Sesudah pemilihan Trump, pria mengatakan bahwa melakukan aborsi adalah dosa, tetapi para lelaki tetap mengharapkan perempuan berhubungan seks dengan mereka. Ironi ini tidak bisa hadir bersama.” (bbc.com, 19-1-2025)

Unggahan ini merupakan alasan untuk mendorong mengembangkan gerakan 4B. Alasan tersebut yaitu banyak perempuan menderita akibat perilaku pria yang tidak menghargai dan tidak bertanggungjawab kepada perempuan. Perempuan diintimidasi dan dijadikan alat pemuas nafsu saja.

Perlakuan pria yang tidak baik terhadap perempuan membuat kelompok para feminisme Korea Selatan mempertanyakan peran sebagai perempuan itu seperti apa sehingga tercetuslah gerakan 4B. Para feminisme Korea Selatan menyebarluaskan prinsip-prinsip gerakan 4B dan mengajak kepada kaum perempuan yang senasib untuk menjalankan prinsip gerakan 4B. Gerakan 4B sudah menyebar ke belahan dunia hingga ke Amerika Serikat.

Gerakan 4B Berbahaya

Apa itu 4B? 4B berasal dari empat frase Korea bi yeon-ae artinya tidak berpacaran, bi sex artinya tidak melakukan hubungan seks, bi hon artinya tidak menikah, bi chul-san artinya tidak ingin melahirkan anak. Menurut pandangan aktivis gerakan 4B bahwa berpacaran, menikah, dan punya anak adalah suatu penderitaan, berbahaya, dan mengancam nyawa bagi perempuan. Karena membentuk keluarga atau pernikahan di dalamnya terdapat KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), bahkan terdapat kekerasan seksual ketika melakukan hubungan. Gerakan 4B menurut mereka adalah gerakan tentang membongkar patriarki, bukan menolak laki-laki. Gerakan menanyakan peran dan gender.

Pandangan dan ide dari gerakan 4B sungguh berbahaya bagi kaum perempuan. Ide tersebut tidak sesuai dengan fitrah dan eksistensi sebagai kaum hawa. Secara alami perempuan memiliki garizah nau' untuk dilindungi, diberi kasih sayang, dan dihormati oleh suami. Maka dari itu, adalah pandangan salah jika tidak menikah dan melahirkan anak.

Dari luar, pandangan tersebut seperti bisa memberikan kenyamanan untuk tidak memilih membentuk sebuah keluarga. Mereka nyaman dengan kesendirian. Padahal sejatinya membentuk sebuah keluarga sangat dianjurkan dalam agama ketika perempuan sudah waktunya untuk menikah.

Allah Swt. berfirman dalam surah Az-Zariyat ayat 49, “Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)."

Juga firman Allah Swt. dalam surah An-Nahl ayat 32, “Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri, menjadikan bagimu dari pasanganmu anak-anak dan cucu-cucu, serta menganugerahi kamu rezeki yang baik-baik. Mengapa terhadap yang batil mereka beriman, sedangkan terhadap rahmat Allah mereka ingkar?"

Kedua ayat tersebut sudah menjelaskan bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan dan untuk mempunyai keturunan. Oleh karena itu, gerakan 4B tidak diperbolehkan dalam agama.

Sistem Kapitalisme Melahirkan Gerakan 4B

Gerakan 4B tercetus akibat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang penuh kekerasan, pergaulan bebas, perekonomian yang sulit, dan media sosial. Hal ini dikarenakan negara menerapkan sistem sekuler kapitalisme. Sistem sekuler kapitalisme memisahkan agama dari kehidupan sehingga sistem ini membuat orang berpikiran liberal, pragmatis, dan menjauhkan diri dan pandangan dari nilai-nilai agama. Mereka pun pada akhirnya terjebak melakukan sesuatu tanpa ada sandaran halal atau haram.

Gerakan 4B adalah bukti bahwa para feminisme Korea Selatan berpikiran sempit dan tidak mengenal aturan dalam agama. Manusia sesungguhnya diciptakan untuk beribadah, berpasang-pasangan, dan berkembang menjadi banyak. Agar tidak ada pemikiran membuat atau mengikuti gerakan tersebut solusinya tiada lain hanya dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah.

Baca juga: Kemenko Perempuan, Wujud Feminisme Makin Mengakar

Islam adalah Solusi

Dalam sistem Islam, seorang wanita mempunyai kedudukan yang mulia. Wanita akan dihargai dan dihormati. Negara sangat melindungi martabat wanita. Pada masa kekhilafahan Khalifah Al-Mu'tashim Billah dari Bani Abbasiyah pernah membela seorang budak muslimah yang dilecehkan oleh tentara Romawi.

Sang khalifah terpanggil atas jeritan budak wanita dengan kalimat, “Wa Mu'tashimah!“ yang artinya, “Di mana engkau wahai Mu'tashim Billah.” Seorang budak wanita yang menuntut kehormatannya karena jilbabnya telah ditarik oleh tentara Romawi. Sang khalifah segera mengerahkan puluh ribuan pasukannya untuk menyerbu Ammuriah. Pada akhirnya pasukan ini berhasil menaklukkan benteng Ammuriah. Sebanyak 30.000 tentara Romawi tewas dan lainnya menjadi tawanan.

Sungguh Islam menempatkan perempuan pada kedudukan yang terhormat dan mulia. Terdapat sanksi tegas jika ada yang melakukan kekerasan seksual terhadap wanita. Negara akan memberikan fasilitas dan kemudahan untuk menikah bagi yang sudah waktunya untuk menikah. Pemberian tsaqafah juga akan dilakukan terkait bagaimana menjadi keluarga sakinah. Negara juga memastikan tiap individu tercukupi perekonomiannya. Jika sang suami belum mendapatkan pekerjaan, maka negara akan memberikan lapangan pekerjaan sehingga sebagai kepala keluarga mampu mencukupi kebutuhan sang istri dan anggota keluarga lainnya.

Negara sangat memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan tiap individu. Oleh karena itu, kaum wanita tidak akan memiliki pemikiran untuk tidak menikah, tidak melahirkan, atau tidak akan tercetus gerakan 4B. Dalam sistem Islam, wanita dilindungi, dihormati, dan dicukupi kebutuhannya. Kedudukan wanita begitu mulia dan dihormati di dalam Islam. Gerakan 4B tidak akan ada di dalam benak kaum perempuan. Islam mampu mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian. Wallahualam bissawab.[]

Disclaimer

www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Tami Faid
Tami Faid Kontributor Narasiliterasi.id
Previous
Midlife Crisis pada Gen Z
Next
Agresivitas Remaja Makin Nyata
2 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Nurul S
Nurul S
2 months ago

MasyaAllah... tabarakallah

Tami Faid
Tami Faid
2 months ago

Aamiin

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram