
Menjaga dan memelihara keistimewaan Al-Aqsa hanya mungkin dilakukan dengan menjauhkannya dari dominasi Zionis Israel. Dan satu-satunya jalan untuk mewujudkannya adalah dengan mengusir penjajah Israel dari tanah Palestina.
Oleh. N' Aenirahmah
(Kontributor NarasiLiterasi.Id)
NarasiLiterasi.Id-Zionis Israel terus melakukan penggalian terowongan di wilayah sekitar Masjid Al-Aqsa dengan alasan penggalian benda bersejarah dan kepentingan ilmiah.
Hal ini telah mengakibatkan terjadinya tanda-tanda kerusakan pada sebagian landmark Palestina, seperti rumah-rumah bersejarah dan sekolah kuno. Retakan pada bangunan pun tak terelakkan. Sebagaimana yang terjadi pada bangunan kapel wanita, departemen Awqaf, bangunan di Bab Al Silsla, dan bangunan di Bab Al Magharba. Bahkan, untuk bangunan yang berada di wilayah Bab Al Qattanin sudah terjadi keruntuhan.
Dilansir dari CNNIndonesia.com, (28-10-2025), Israel telah melakukan lebih dari 20 galian terowongan di wilayah sekitar Masjid Al-Aqsa. Terowongan ini membentang dari Tembok Barat hingga pemukiman Al Sharaf dengan panjang hampir 550 meter.
Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan mustahil Al-Aqsa sebagai masjid suci ketiga umat Islam ini akan mengalami keruntuhan. Faktanya, penggalian terowongan ini telah memengaruhi kontur tanah dan fondasi bangunan masjid.
Jejak Penggalian
Israel mengawali penggalian dari tahun 1968. Tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan fondasi masjid dan membangun Kuil Solomon atau Temple Mount di atasnya. Secara signifikan pada tahun 1996 Israel berhasil membuka pintu keluar baru dari terowongan barat.
Tahun ini (2025), penggalian terowongan makin masif. Kondisi ini dikonfirmasi oleh anggota dewan pengawas masjidilaqsa, Fakri Abu Diab yang mengatakan, Zionis terus membangun lebih dari 20 galian terowongan dengan rute dari kota Tua sampai Bab Al-Khalid, melintasi situs-situs arkeologi penting milik Islam, Kanaan, dan Romawi.
Otoritas Israel pun telah melegalkan proyek ini per tanggal 16 Juli 2025 melalui Meir Porush selaku Menteri Warisan Budaya Israel. Anehnya, walaupun sudah mengantongi izin, Zionis masih memakai cara rahasia dalam proyeknya. Hal ini terlihat dari pintu masuk yang dijaga ketat dan dibentengi tenda-tenda, sehingga masyarakat umum tidak bisa melihat aktivitas di dalam sana.
Al-Aqsa dan Keistimewaannya
Masjid Al-Aqsa merupakan kompleks yang berada di kawasan Al-Haram Al-Syarif yang meliputi beberapa masjid di dalamnya. Mulai dari Masjid Kubah Emas, Dome of The Rock atau Qubatush Shakhrah, Masjid Al-Qibli, Dinding Buraq, Mushola Marwani, dan seluruh area terbuka disekitarnya.
Baca: masjid al aqsa terancam roboh butuh pembebasan hakiki
Masjidilaqsa merupakan masjid kedua yang dibangun di dunia. Sebagaimana Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadis dari Abu Dzar sebagai berikut,
"Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, Masjid manakah yang pertama kali dibangun?" Beliau menjawab "Masjidilharam." Aku bertanya lagi "Kemudian masjid mana?" Beliau memjawab, "Kemudian masjidilaqsa." Aku bertanya lagi "Berapa jarak pembangunan antarkeduanya?" Beliau menjawab "Empat puluh tahun."
Masjid Al-Aqsa memiliki luas yang mencapai 144.000 meter persegi dengan kapasitas sekitar 500.000 jemaah. Bagi siapa pun yang salat di dalamnya, akan mendapatkan pahala 50 kali lipat dibanding salat di tempat lain.
Al-Aqsa dan Fakta Historis
Membahas masjidilaqsa tidak bisa dipisahkan dari sejarahnya tentang Palestina, peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad saw., dan perintah salat lima waktu.
Masjidilaqsa menjadi tempat bertolaknya Rasulullah saw. dalam peristiwa mikraj, yakni bertemu dengan Allah Swt. di Sidratul Muntaha untuk mendapat perintah salat lima waktu secara langsung.
Karena peristiwa Isra Mikraj inilah Palestina (Syam) mendapat kemuliaan sebagai tempat yang diberkahi. Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Isra ayat 1,
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ١
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika sudah menerima perintah salat, Rasulullah saw. menjadi imam (memimpin salat) bagi para nabi di Masjid Al-Aqsa. Peristiwa inilah yang menjadikan Masjidilaqsa menjadi kiblat pertama bagi umat Islam. Kondisi ini berlangsung selama 17 bulan. Lalu arah kiblat berpindah ke Makkah Al-Mukaramah sesuai wahyu surah al-Baqarah ayat 144.
Berpijak dari fakta historis ini, maka Masjid Al-Aqsa merupakan masjid yang memiliki historis istimewa bagi kaum muslim. Oleh karena itu, masjid ini wajib dijaga oleh seluruh umat Islam dunia.
Menjaga dan memelihara keistimewaan Al-Aqsa dengan cara menjauhkan dari dominasi Zionis Israel. Hanya ada satu jalan untuk mewujudkannya, yaitu dengan mengusir penjajah Israel dari tanah Palestina.
Palestina dan Al-Aqsa Memanggil
Kaum muslimin tidak boleh terkecoh dengan narasi keji Zionis yang menyebutkan penggalian terowongan untuk kepentingan ilmiah. Penasehat Kegubernuran Yerusalem, Marouf Al-Rifai telah memperingatkan kaum muslim dalam wawancara yang disiarkan oleh WAFA News Agency pada Rabu, 22-10-2025, bahwa penggalian terowongan ini tidak memiliki metodologi ilmiah. Yang terjadi adalah dan pelanggaran status quo dan murni bermotif politik untuk menghilangkan bukti hidup dan konklusif kepemilikan sah umat Islam atasnya.
Ketika Al-Aqsa di bawah kendali Israel, kaum muslim khususnya para pemuda Palestina tidak diberikan keleluasaan beribadah di masjid. Yang terjadi justru pengusiran dan pembatasan akses masuk dan beribadah di Masjidilaqsa. Dan kini, kondisi Al-Aqsa terancam runtuh.
Sangat berbeda ketika Masjid Al-Aqsa ada dalam perawatan dan penjagaan para khalifah. Kaum muslim bebas dan aman melakukan salat di dalamnya. Bahkan, ketika terjadi gempa bumi yang berdampak kerusakan pada masjidilaqsa, para Khalifah segera merenovasi kembali agar bisa difungsikan.
Dengan demikian, kaum muslim harus berjuang mengembalikan kesucian Al-Aqsa. Mengembalikan kepada pemiliknya yang sah, yakni kaum muslim. Satu-satunya jalan mengembalikan kemuliaan Al-Aqsa dengan mewujudkan Kekhilafahan Islamiah. Khalifah akan memimpin jihad fii sabilillah dan mengusir penjajah Israel dari bumi Palestina.
Khatimah
Kemuliaan dan keberkahan Masjid Al-Aqsa dan Palestina (Syam) berlaku hingga hari Kiamat. Sebagai seorang muslim sudah selayaknya berjuang untuk mengembalikan kemuliaan Al-Aqsa, dengan cara mengusir Zionis Israel dari bumi Palestina.
Wallahu a'lam bishawab.[]
Disclaimer
www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com



















Al-Aqsa mempunyai sejarah historis yang harus kita jaga dan kita lindungi sebagai seorang muslim. Dalam cengkraman kapitalisme kini Al-Aqsa diambang keruntuhan. Umat muslim di Palestina tak berdaya sementara negeri-negeri kaum muslim pun masih dalam cengkraman barat. Umat Islam hanya membutuhkan satu solusi yakni satu kepemimpinan Islam.