Persatuan Umat untuk Melawan Kejahatan Israel

Persatuan umat untuk melawan kejahatan Israel

Penjajah sehebat apapun itu akan tunduk ketika muslim bersatu padu di bawah panji Islam. Satu kepemimpinan dan komando yang sama, satu institusi bernama Daulah Islam.

Oleh. Mulyaningsih
Kontributor NarasiLiterasi.Id

NarasiLiterasi.Id-Saat ini berita terkait dengan Palestina mulai redup dan jauh. Padahal kondisi di sana belum membuat kaum muslim bebas melakukan berbagai aktivitasnya. Apalagi jarak sebulan ini, bulan suci Ramadan telah menanti di depan mata.

Fakta mengejutkan ternyata masih membayangi saudara kita di Palestina. Serangan demi serangan nyatanya terus dilakukan oleh Israel. Korban jiwa pun tentunya semakin meningkat karena banyaknya agresi yang mereka lakukan. Dari data yang ada, korban tewas kini sudah mencapai 71.269 jiwa dan ribuan yang lain mengalami luka-luka. (antaranews.com, 01-01-2026)

Israel tak hanya melakukan serangan fisik saja, tetapi juga makin mempersempit ruang gerak (baca: kemanusiaan). Bahkan pemerintahnya telah melarang sebanyak 37 organisasi kemanusiaan beroperasi di Tepi Barat dan Gaza. Hasilnya tentu bantuan yang akan masuk tidak bisa diterima oleh warga Palestina. (antaranews.com, 31-12-2025)

Melihat fakta dan data di atas, memberikan informasi penting pada kita bahwa penderitaan itu masih ada dan makin massif. Padahal kita mengetahui bahwa Israel dan Palestina sendiri pernah melakukan gencatan senjata. Namun, tetap saja hal itu dilanggar oleh Israel.

Karakter Bangsa Yahudi

Sebagaimana yang kita ketahui dari dahulu kala, memang bangsa Yahudi ini tidak bisa dipegang kata-katanya. Mereka selalu saja melanggar setiap melakukan perjanjian. Itu terbukti sejak Rasulullah saw. dan para sahabat masih hidup.

Kita menyadari bersama bahwa niatan Israel untuk mengambil alih wilayah Palestina sebenarnya sudah lama pula. Ingin merdeka dan mempunyai wilayah menjadi cita-cita besar mereka setelah masa pencarian wilayah mana yang bagus untuk mereka tempati. Dan sampai akhirnya Palestina mereka anggap sebagai tempat tinggal yang telah dijanjikan sejak dahulu kala.

Berbagai cara ditempuh dan dilakukan agar segera terwujud. Alhasil, seperti sekarang ini jadinya. Mereka telah berhasil menduduki hampir seluruh wilayah Palestina demi cita dan harapan. Walaupun dicap sebagai penjahat dunia, Israel tetap teguh untuk mendapatkan wilayah yang dijanjikan tadi.

Diamnya Negara-negara Kaum Muslim

Melihat korban begitu luar biasa banyaknya, dunia tetap saja tak mampu melakukan sesuatu untuk menghentikan si penjahat. Sehingga Israel tetap melenggang santai untuk terus menggapai mimpinya. Walaupun berbagai demostrasi besar-besaran terjadi di berbagai negara, tetapi itu ternyata tak cukup untuk menghentikan agresi yang mereka lakukan. Termasuk pemboikotan yang dilakukan oleh negeri-negeri muslim tak jua mampu menghentikan aktivitas musuh Islam tersebut.

Sekat-sekat negara benar-benar sangat efektif untuk menghalau pergerakan dari kaum muslim. Padahal kita melihat bahwa negara di sekitar Palestina sebenarnya cukup besar dan mempunyai tentara yang mampu mengusir penjajah dari tanah yang diberkahi. Namun, diam seribu langkah menjadi pilihan yang telah mereka lakukan.

Cari aman dan melindungi negara sendiri menjadi sebuah pilihan yang diambil oleh negara-negara yang berada di sekitar Palestina. Padahal jika pemerintahnya menginstruksikan untuk melakukan perang, maka niscaya pasukan kaum muslim akan mampu mengusir si penjajah dari tanah yang berkahi. Karena muatan akidah akan membakar semangat mereka untuk melakukan jihad secara fisik demi mengusir penjajah.

Sabda Rasulullah saw.
"Perumpamaan kaum muslimin dalam saling mencintai dan saling merasakan adalah seperti satu tubuh, jika satu anggota tubuh sakit maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur." (HR. Bukhari dan Muslim)

Satu Tubuh

Dari hadis di atas, telah jelas memberikan peringatan keras kepada kita bahwa kaum muslim itu satu tubuh. Ketika ada saudara nun jauh di sana telah merasakan kesedihan dan kesakitan, maka hal sama akan dirasakan seluruh umat muslim. Merasa senasib sepenanggungan, itulah yang harusnya ada pada diri umat saat ini.

Perbedaan sekat negara seharusnya tidak menjadikan berdiam diri atau bahkan membiarkan kejadian yang buruk menimpa saudara kita. Ingat, bahwa Allah tidak aka pernah rida ketika ada kejadian satu orang muslim dibunuh tanpa alasan yang jelas.

"Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim." (HR. an-Nasa'i)

Dari hadis di atas telah jelas dan tegas memberikan gambaran kepada kita bahwa hilangnya nyawa satu muslim begitu berharga di sisi Allah. Bahkan perumpamaan itu disamakan dengan hilangnya dunia. Kita tahu bahwa jika dunia ini hilang, maka satu planet tidak ada artinya tak ada kehidupan di sana.

Baca juga: Seruan Jihad dan Khilafah untuk Palestina

Jihad dan Khilafah

Allah Swt. memberikan perumpamaan tersebut tentunya dengan maksud yang jelas agar semua mampu berpikir dengan baik karena telah dibekali komponennya. Kini, saudara kita di Palestina telah terbunuh puluhan ribu manusia. Ini merupakan satu kejadian luar biasa di luar nalar manusia. Benar-benar kejahatan yang seharusnya segera dihentikan dan dilakukan tindakan setimpal atasnya. Tentu hanya jihad yang mampu membungkam aktivitas mereka.

Jihad, bisa dilakukan manakala institusi kaum muslim telah tegak. Ketika Daulah Islam hadir dan menerapkan secara sempurna tata aturan Islam dalam kehidupan manusia maka sejak saat itu pula penjahat itu bisa diusir dari tanah yang diberkahi, Palestina. Jika belum ada, maka tangisan akan membanjiri pipi kita. Sebab pembela itu belum hadir di depan mata.

Layaknya dahulu ketika Islam berjaya selama 1400 tahun lamanya. Manakala penjahat Israel tak berkutik ketika pemimpin kaum muslim bersikap tegas terhadapnya. Tak ada belas kasih kepadanya hingga ia diusir dan tidak diberikan wilayah ketika pemimpin besar Yahudi memintanya kepada Sultan Hamid kala itu.

Inilah yang seharusnya dilakukan oleh para pemimpin negeri muslim. Bersikap tegas kepada mereka serta membahasakan sesuai dengan yang mereka pahami yaitu jihad. Karena bahasa perjanjian tak akan pernah mereka mengerti. Mereka tentu akan terus melanggar isi perjanjian yang telah disepakati bersama.

Hal ini terus saja terjadi dan menjadi bukti nyata dari dulu hingga sekarang. Sehingga kaum muslim dituntut untuk mampu memiliki pemikiran dan perasaan bersama bahwa syariat Islam harus diterapkan seutuhnya dalam kehidupan ini.

Khatimah

Saling melindungi dan berkasih sayang adalah kunci atas semuanya. Dengan begitu, penjajah sehebat apapun itu akan tunduk ketika muslim bersatu padu di bawah panji Islam. Dalam satu kepemimpinan dan komando yang sama, satu institusi bernama Daulah Islam. Itulah yang akan menghentikan tangisan dan derita yang dialami oleh seluruh saudara kita di Palestina. Wallahu'alam. []

Disclaimer

www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Mulyaningsih Kontributor Narasiliterasi.Id
Previous
Pasca Bencana, Keselamatan Rakyat Masih Terancam
Next
‎Rajab dan Isra Mikraj: Momentum Membentuk Kesadaran Umat‎
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram