
Zionis Israel bertujuan menguasai seluruh wilayah Tepi Barat sebagaimana mereka telah berusaha menghancurkan dan menguasai Gaza.
Oleh. Tinie Andriyani
Kontributor NarasiLiterasi.Id
NarasiLiterasi.Id-Situasi kemanusiaan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, kian berada di ambang jurang kehancuran yang nyata. Di tengah sorotan dunia yang sering kali terpusat pada kehancuran di Jalur Gaza, eskalasi kekerasan yang masif dan brutal terus berlangsung secara senyap di wilayah Tepi Barat.
Para penguasa Zionis Israel seakan tidak pernah berhenti melancarkan teror sistematis. Warga sipil, khususnya anak-anak menjadi sasaran utama kekejaman mereka. Tragedi kemanusiaan ini menuntut kepedulian serta langkah nyata dari seluruh umat Islam secara global.
Genosida Terselubung
Berdasarkan data dan verifikasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada rentang Januari 2024 hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 174 anak Palestina tewas di Tepi Barat. Ini berarti lebih dari satu anak kehilangan nyawa setiap minggunya. Tidak hanya itu, lebih dari 1.500 anak mengalami luka luka, di mana hampir separuhnya menderita cedera berat akibat hantaman peluru tajam.
Ironisnya lagi, kekejaman ini juga dibarengi dengan penegakan hukum militer yang represif. Sebanyak 355 anak Palestina dari Tepi Barat saat ini masih mendekam di dalam tahanan militer Israel (republika.news, Rabu, 12-8-2026)
Kezaliman Sistematis dan Pengkhianatan Penguasa
Kejahatan yang dilakukan oleh entitas Zionis Israel terhadap anak-anak Palestina terbukti sangat brutal dan melanggar nilai nilai kemanusiaan dasar. Tindakan ini tidak sekadar merenggut nyawa dan raga, melainkan meninggalkan trauma psikologis mendalam, penderitaan fisik, serta kerusakan masa depan yang nyata bagi generasi muda Palestina.
Pola serangan yang terjadi menunjukkan adanya eskalasi teror yang terencana. Ribuan serangan, pengusiran paksa, serta perampasan tanah dilakukan dengan strategi genosida dalam senyap. Tujuan utama mereka sangat jelas, yakni mencaplok dan menguasai seluruh wilayah Tepi Barat sebagaimana mereka telah berusaha menghancurkan dan menguasai Gaza.
Sangat menyedihkan, di tengah masifnya penderitaan ini, dunia internasional justru memperlihatkan standar ganda yang menjijikkan. Lebih tragis lagi, para penguasa di negeri negeri Muslim tampak bungkam dan tidak memiliki keberanian politik untuk memerangi Zionis Israel secara nyata. Mereka terjebak dalam sekat-sekat nasionalisme sempit yang justru membiarkan saudara seiman dibantai. Padahal, diamnya para penguasa ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah kepemimpinan. Hal ini juga menjadi salah satu faktor utama yang membuat Zionis makin berani melangkah lebih jauh dalam penindasannya.
Baca juga: Aneksasi Tepi Barat dan Bisnis New Gaza
Jihad dan Persatuan sebagai Solusi Hakiki
Islam adalah agama yang sangat memuliakan kemanusiaan dan mengharamkan pembiaran terhadap kezaliman. Allah Swt. secara tegas mengancam siapapun yang melakukan pembunuhan tanpa hak.
Allah Swt. berfirman, "…Barang siapa yang membunuh suatu jiwa, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya." (Al Maidah, ayat 32)
Pembiaran terhadap kejahatan yang menimpa anak-anak Palestina, sementara kita memiliki kemampuan untuk menolong, adalah tindakan yang diharamkan dalam Islam.
Untuk memutus mata rantai kekejaman ini, umat Islam tidak bisa lagi hanya mengandalkan diplomasi yang tidak bergigi. Ukhuwah Islamiyah harus diwujudkan dalam bentuk persatuan negeri-negeri Muslim di bawah satu kepemimpinan yakni Khilafah. Hanya dengan kekuatan yang terpadu dan kedaulatan yang tegak, umat Islam mampu melawan agresi Zionis Israel.
Rasulullah saw. telah menegaskan kewajiban untuk menolong sesama Muslim dalam hadis sahih:
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh menyerahkannya kepada musuh." (HR Bukhari)
Oleh karena itu, seruan jihad dan pengiriman tentara Islam untuk membebaskan Palestina harus terus menerus digaungkan. Partai politik ideologis dan seluruh elemen umat harus bersatu untuk memobilisasi opini publik hingga tingkat kesadaran akan kewajiban jihad menjadi arus utama.
Hanya dengan langkah tegas, militer yang bersatu, dan kepemimpinan yang berlandaskan syariat, pembebasan Palestina dari cengkeraman Zionis Israel dapat terwujud secara nyata. Palestina adalah tanah suci umat Islam yang harus dimerdekakan dengan pengorbanan, bukan dengan sekadar retorika kosong. Wallahualam bissawab. []
Disclaimer
www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com
















