
Berbagai resolusi atau kecaman dari dunia sekalipun, tetap tidak akan mereka pahami. Termasuk gencatan senjata pun mereka langgar.
Oleh. Verawati S.Pd.
(Kontributor Narasiliterasi.id)
Narasiliterasi.id-Ribuan warga Gaza berjalan menuju rumah mereka masing-masing. Setelah kurang lebih 15 bulan sejak Oktober tahun lalu mereka mengungsi. Terlihat kebahagiaan di wajah mereka. Meski jalan yang ditempuh lumayan jauh dan diawasi oleh tentara Israel, hanya saja euforia gencatan ini perlu diwaspadai. Sebab, gencatan senjata sejatinya bukan solusi untuk menghentikan penderitaan warga Gaza. Bisa jadi hal ini hanya tipu muslihat musuh untuk mengumpulkan kekuatan yang jauh lebih besar.
Hal ini bisa terlihat dari kebijakan Amerika Serikat yang tidak lagi melarang pengiriman bom atom ke Israel. Sebagaimana dilansir media Tirto.id (26-1-2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mencabut larangan pengiriman pasokan 1 ton bom untuk Israel. Perubahan kebijakan tersebut telah disampaikan Pentagon kepada otoritas Israel sejak Jumat (24-1-2025). Bahkan, disebutkan bahwa 1.800 bom jenis MK-84 akan dimuat dan dikirim ke Israel dalam beberapa hari mendatang, seperti dikutip dari Antara.
Secara historis sudah diketahui betapa Yahudi adalah bangsa yang kerap berkhianat. Pada zaman Rasulullah saw. di Madinah, mereka kerap melakukan pengkhianatan perjanjian hingga berencana membunuh Rasul. Saat itu Rasulullah memutuskan untuk mengusir mereka dari Madinah hingga hidup mereka terlunta-lunta di berbagai negara.
Kini, belasan abad telah berlalu telah memperlihatkan yang tidak jauh berbeda. Terbukti, belum genap satu minggu, bangsa Yahudi Israel kembali melakukan aksi brutalnya dengan menyerang kota Jenin di Tepi Barat. Sebagaimana dilansir media CNBCIndonesia.com (24-01-2025), ratusan warga Jenin di Tepi Barat, Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka pada Kamis (23-1-2025) setelah pesan peringatan dari drone dengan pengeras suara menyuruh mereka untuk mengungsi. Jadi jelas, gencatan senjata bisa dibilang sebagai jeda yang sudah semestinya disyukuri, tetapi tetap bukan akhir sebuah perjuangan.
Didukung Amerika Serikat
Apa yang dilakukan oleh Israel bukanlah atas kemampuan sendiri. Tapi semuanya didukung kuat oleh Amerika Serikat. Amerika sebagai negara pertama di dunia tengah menunjukkan kepentingannya dan kehendaknya. Meski berbagai negara menginginkan perdamaian di Palestina, tetapi Amerika Serikat sendiri mendukung Israel. Dari dulu Amerika menggunakan hak vetonya untuk menolak berbagai keputusan Israel dan Palestina.
Hal ini menunjukkan bahwa Israel tidak akan pernah berhenti untuk menghabisi warga Palestina. Sebab cita-cita mereka adalah menguasai Palestina secara keseluruhan. Bahkan, target selanjutnya adalah mereka ingin menguasai Madinah dan mungkin juga negeri-negeri muslim lainnya. Seperti sesumbar Moshe Dayan, seorang jenderal zionis. Ia mengatakan setelah menguasai Palestina, mereka akan kembali ke Yasrib (Madinah) (islamiccenter.or.id, 19-06-2024).
Sia-Sia Berharap pada Musuh
Serangan Israel pada warga Gaza telah begitu menelan banyak korban. Dilansir media Sindonews.com (04-02-2025) pemerintah di Gaza telah memperbarui jumlah korban tewas akibat perang Israel di daerah kantong itu menjadi 61.709, setelah menambahkan ribuan orang yang hilang dan sekarang diduga tewas. Berbicara di Rumah Sakit Al-Shifa Kota Gaza, Salama Maarouf mengatakan kepada wartawan bahwa di antara korban tewas terdapat 17.881 anak-anak, termasuk 214 bayi yang baru lahir.
Begitu banyak jumlah nyawa yang melayang. Tapi itu belum juga memuaskan nafsu serakahnya Israel. Tentu sebagai kaum muslimin kita tidak boleh berdiam diri saja. Kita harus memperjuangkan bagaimana Palestina bebas dari cengkeraman Yahudi. Di antaranya adalah dengan menyerukan umat Islam untuk kembali pada aturan Islam. Mewujudkan kembali tegaknya sistem Islam yaitu Daulah Khilafah.
Banyak yang menyandarkan penyelesaian Palestina-Israel pada Dewan Keamanan PBB. Padahal PBB sendiri adalah lembaga yang dibuat oleh Amerika Serikat. Jadi mustahil mendapatkan penyelesaian yang sesuai dengan harapan umat Islam. Justru Amerika Serikat melegalkan perampasan tanah Palestina oleh Israel. Maka dari itu, berharap pada musuh adalah sebuah kesia-siaan yang pasti.
Baca juga: Jihad dan Khilafah Solusi Hakiki Palestina
Begitu pula pada lembaga dunia lainnya. Seperti organisasi Islam OKI. Meski OKI kumpulan negeri-negeri muslim, tetapi kemampuan mereka tidak bisa memengaruhi keputusan negara pertama. Meski mereka telah melakukan KTT, mendesak adanya resolusi, dan sebagainya, tetap saja keputusan mereka tidak berpengaruh.
Jihad Solusi
Tidak ada kata yang dimengerti oleh Israel kecuali jihad. Berbagai perjanjian pasti mereka langgar. Berbagai resolusi atau kecaman dari dunia sekalipun, tetap tidak akan mereka pahami. Termasuk gencatan senjata pun mereka langgar. Tujuan mereka menguasai Palestina adalah dengan genosida warga di sana.
Jihad adalah jalan satu-satunya cara untuk bisa mengusir Israel. Jihad yang dikomandoi oleh seorang khalifah atau pemimpin negara Islam. Khalifah akan menyatukan seluruh kekuatan umat Islam, menyiapkan persenjataan yang mampu mengalahkan mereka.
Hal ini sebagaimana diperoleh Allah Swt. dalam surah Al-Anfal ayat 60, "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”
Tidak mungkin terwujud militer yang kuat tanpa adanya negara. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki pemimpin yang kuat juga yang tiada lain adalah seorang khalifah. Maka tugas umat Islam hari ini adalah bagaimana mewujudkan negara Islam yang dipimpin seorang khalifah. Sebab hanya khalifah yang mampu melaksanakan jihad, mengusir atau memusnahkan Israel. Melawan pasukan Hamas saja mereka kewalahan, apalagi nanti jika sudah ada tentara Islam.
Hal ini telah dibuktikan oleh Baginda Rasulullah saw. di Madinah. Dengan kekuatan militer di bawah komando Rasulullah kemudian dilanjutkan kepemimpinan ini oleh para khalifah setelahnya hingga mampu membebaskan negeri-negeri lainnya termasuk Palestina.
Umat Islam harus yakin bahwa kemenangan itu milik Islam dan kaum muslimin sehingga tidak ada kata untuk berputar asa, meski tantangan dan rintangan begitu berat. Sebab ini sudah janji Allah Swt. Wallahualam bissawab.[]
Disclaimer
www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com
