
Negara harus segera menstop MBG karena kebijakan ini tidak relevan dengan keadaan perekonomian negara saat ini yang sedang tidak baik-baik saja.
Oleh. Ermawati
Kontributor NarasiLiterasi.Id
NarasiLiterasi.Id-Mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi turun jalan dengan membawa tuntutan mewakili suara rakyat. Salah satunya adalah program MBG. Mereka menuntut pemerintah untuk segera menstop MBG (Makan Bergizi Gratis). Mahasiswa menilai kebijaksanaan ini telah banyak merugikan rakyat.
Kalangan masyarakat di Surabaya, Jawa Timur, kembali menggemakan tuntutan perbaikan negara melalui demonstrasi. Masyarakat merespons situasi sosial dan ekonomi yang kian menantang. Di samping itu, sebagai bentuk solidaritas untuk gerakan serupa yang telah dan masih digelorakan di sejumlah daerah di Indonesia, antara lain di Jakarta dan Yogyakarta. Tuntutan mahasiswa adalah stop MBG dan koperasi desa hingga tolak UU Polri. Surabaya (Kompas.com, 15-6-2026)
Dan turunnya mahasiswa ini bukan untuk mencari pembenaran atau mencari popularitas. Namun, mewakili suara rakyat. Mahasiswa mencoba untuk mengingatkan kinerja para pejabat negara. Berapa banyak rakyat di luar sana yang menjerit dan menangis karena hidupnya makin terhimpit oleh berbagai beban biaya kehidupan yang kian melonjak. Ditambah dengan begitu keras kepalanya negara yang tidak mau mendengarkan saran dan kritikan dari rakyat.
Suara Rakyat tentang MBG
Negara harus segera menstop MBG (Makan Bergizi Gratis) karena menurut kami sebagai rakyat kebijakan ini tidak relevan dengan keadaan perekonomian negara saat ini yang sedang tidak baik-baik saja. Mengapa masih bersikeras juga untuk melanjutkannya. Apa lagi untuk menjalankan program MBG ini pemerintah memotong dana-dana sektor lain yang lebih dibutuhkan rakyat. Negara malah mengorbankan kepentingan rakyat yang lebih utama dari pada sekadar makan bergizi gratis.
Jika kita lihat dalam perjalanan MBG dari awal mulai jalan sudah dibuka dengan berbagai banyak kasus. Kasus makanan basi hingga keracunan makanan menunjukkan dalam proses pengecekan tidak sesuai standar kebersihan dan kesehatan. Belum lagi banyaknya para pejabat yang menggunakan kesempatan ini untuk korupsi. Dan masih banyak ketimpangan dan ketidakjelasan dalam MBG.
Padahal masih banyak cara-cara lain yang dapat negara lakukan untuk memenuhi kebutuhan rakyat yang lebih urgen. Salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan pekerjaan dan gaji yang layak rakyat bisa hidup dengan tenang. Selain itu menjamin kebutuhan komunal seperti biaya pendidikan dan kesehatan gratis. Tidak seperti hari ini sektor pendidikan dan kesehatan dikapitalisasi.
MBG: Mempertanyakan Peran Negara sebagai Raain
Negara memotong hak-hak rakyat sehingga rakyat dibiarkan menderita. Meski sudah bekerja keras seharian dengan kebijakan seperti ini rakyat tetap saja hidupnya makin tercekik. Negara memaksa MBG terus berjalan tetapi rakyat tidak diberikan pekerjaan, pajak naik terus, biaya pendidikan, dan kesehatan yang mahal. Ditambah biaya kebutuhan sehari-hari selangit. Dana-dana pendidikan dipotong untuk kepentingan MBG, sehingga banyak anak yang putus sekolah karena tidak punya biaya. Serta banyak calon mahasiswa yang gagal melanjutkan ke Perguruan Tinggi karena biaya kuliah yang mahal. Bayangkan berapa banyak kerugian yang ditimbulkan karena MBG.
Padahal yang dibutuhkan negara untuk membangun suatu bangsa adalah pendidikan bukan hanya sekadar urusan perut yang kenyang. Oleh karena itulah pendidikan harus selalu menjadi prioritas utama negara. Negara tidak boleh abai, keras kepala, serta jumawa dengan tidak mau dikritik serta tidak mau mendengarkan saran rakyat. Semua ini karena sistem yang dianut negara ini adalah sistem Kapitalisme. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Sistem kufur yang telah banyak menampakkan keburukan dan kebobrokannya. Namun anehnya, mengapa kita masih percaya dan masih menggunakannya.
Sabda Nabi saw.:
الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Imam (kepala negara) itu adalah pengurus rakyat dan hanya dialah yang bertanggung jawab atas urusan rakyatnya. (HR al-Bukhari dan Muslim)
Baca juga: MBG, Ladang Basah Korupsi
Islam Pedoman Hidup
Islam adalah ideologi yang sempurna menata dan mengelola sistem dengan baik dan amanah. IsIam menjamin sandang, pangan, dan papan untuk rakyatnya. Otomatis negara akan memenuhi kebutuhan seperti makanan bergizi yang halal dan tayib. IsIam akan memenuhi itu semua dengan menggunakan dana dari kas negara baitulmal. Dana yang berasal dari pengelolaan sumber daya alam bukan dana yang diambil dari kepentingan pos-pos rakyat yang lain. Selain itu sumber daya alam digunakan untuk seluruh kepentingan rakyat, termasuk untuk pendidikan. Negara juga terbuka atas saran dan kritikan dari rakyatnya, serta negara akan memberikan hukuman yang seadil-adilnya bagi mereka yang melakukan korupsi.
Islam adalah ideologi yang sempurna tidak ada hukum manapun yang dapat menandinginya dalam menata dan mengelola urusan kehidupan manusia. Hanya IsIamlah solusi dari segala permasalahan yang dihadapi manusia saat ini. Hukum IsIam dapat menyelesaikan masalah tanpa masalah. Oleh karena itu, umat harus bersatu dan bangkit untuk terus memperjuangkan Islam secara kaffah sehingga bisa tegak kembali. Hidup mulia di bawah naungan khilafah islamiyah. Wallahualam bissawab. []
Disclaimer
www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com
















