
Setiap sumber daya alam (termasuk air) yang Allah sediakan di bumi ini adalah milik Allah tidak untuk dimiliki oleh segelintir orang.
Oleh. Aurum
(Kontributor NarasiLiterasi.Id)
NarasiLiterasi.Id--Ramai video sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di pabrik air mineral Aqua, Subang Jawa Barat. Dalam video terlihat Dedi Mulyadi mempertanyakan bahwa air mineral Aqua yang ternyata berasal dari sumur bor. Dari sidak tersebut pihak Danone pun mengelurkan pernyataan resminya yaitu "air Aqua berasal dari 19 sumber air pegunungan” yang tersebar di seluruh Indonesia" (Tempo.co, 23 Oktober 2025)
Bisnis Air Tidak Akan Rugi
Air adalah 80% komposisi tubuh kita. Ia adalah salah satu bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan. Air memiliki banyak peran dan fungsi bagi keberlangsungan setiap organ tubuh manusia, hewan, dan keberlangsungan hidup mahluk hidup lainnya di bumi.
Karena peran dan fungsinya begitu penting dalam keberlangsungan hidup, sehingga air menjadi salah satu komoditas yang permintaan pasarnya tidak akan surut. Maka, berbisnis dalam bidang ini adalah lahan yang tak akan pernah rugi. Hal tersebut terbukti dari banyaknya merek air mineral yang beredar di pasaran yang setiap hari bisa kita konsumsi.
Bisnis air mineral ini sangat menggiurkan dan minim resiko. Bahan utamanya disediakan oleh alam secara gratis. Sayangnya kebaikan bumi sebagai sumber produksi air bersih yang melimpah ini tidak dikelola oleh negara sebagai institusi yang menjalankan pemerintahan, melainkan dikuasai oleh korporasi besar.
Air dari Perut Bumi yang Dikuasai Oligarki
Pengelolaan sumber daya air ini tidak dikelola oleh negara, melainkan oleh para pengusaha pemilik modal. Ia mengeksploitasi sumber daya alam tanpa batas dengan kedalaman puluhan hingga ratusan meter, jauh melampaui sumur rumah tangga biasa. Kini, air yang gratis tersedia di alam, di tangan para pengusaha menjadi lahan penghasil uang.
Karena pengelolaannya dilakukan oleh pihak swasta, maka penyalurannya tidak akan pernah merata. Sehingga hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu membelinya.
Selain itu, pengelolaan yang diserahkan kepada para pemilik modal ini mengakibatkan eksploitasi alam yang mengakibatkan banyak sekali dampak buruknya. Baik bagi alam maupun bagi masyarakat sekitar pengeboran sumur pengambilan air tersebut.
Pengeboran sumur dengan kedalaman tertentu yang dilakukan oleh perusahaan air biasanya berkali-kali lipat dari pengeboran sumur untuk rumah tangga yang hanya sekitar 4-10 meter saja. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya ketersediaan air daerah di sekitar sumur bor tersebut. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu seperti pada musim kemarau dapat terjadi kekeringan dan kelangkaan air bersih bagi warga sekitar sumur bor.
Dampak buruk lain dari eksploitasi alam dengan pengeboran sumur dengan kedalaman hingga ratusan meter atau dengan teknik akuifer dapat mengakibatkan penurunan muka air tanah, potensi longsor, amblasnya tanah, kerusakan ekosistem, hilangnya mata air di sekitar, dll.
Kapitalisme Teman Baik Oligarki
Sistem kapitalisme adalah sebuah sistem yang tujuannya untuk mendapatkan keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Sistem kapitalisme memfasilitasi dan memberikan kebebasan bagi setiap individu yang memiliki banyak modal untuk bisa menguasai dan mengelola sumber daya alam yang tersedia secara gratis. Tujuannya untuk menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya.
Kepemilikan dan pengelolaan sumber daya alam yang tidak diatur negara mengakibatkan lemahnya regulasi terkait batas penggunaan sumber daya alam. Sehingga terjadi eksploitasi alam secara ugal-ugalan tanpa memperhatikan dampak buruk bagi lingkungan. Akhirnya merusak alam serta manfaatnya tak dapat dirasakan seluruh rakyat.
Sumber daya alam dalam kapitalisme hanya milik para pengusaha yang bekerja sama dengan penguasa untuk keuntungan mereka. Sehingga kepemilikan sumber daya alam dalam kapitalisme tak terbatas. Hal tersebut menyebabkan bukan hanya kerusakan alam saja tapi ketimpangan ekonomi pun tak terelakan.
Baca juga: Air Bersih Sumber Kehidupan
Islam dan Kepemilikan Sumber Daya Alam
Islam mengatur dengan jelas tentang kepemilikan. Ada wilayah yang bisa dimiliki individu, korporasi, dan publik. Dalam Islam, sumber daya alam adalah milik publik yang tidak boleh dimiliki oleh individu ataupun korporasi. Pengelolaannya dilakukan oleh negara untuk kemaslahatan umat.
Hal tersebut terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu, padang rumput, air, dan api.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Hadis di atas menjelaskan bahwa setiap sumber daya alam yang Allah sediakan di bumi ini adalah milik Allah tidak untuk dimiliki oleh segelintir orang. Tidak untuk memperkaya sebagian orang. Namun, pengelolaanya dilakukan oleh negara untuk kemaslahatan umat. Sehingga, manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh makhluk.
Selain itu, dalam hal berbisnis, Islam juga memberikan aturan yang jelas. Prinsip utama dalam bisnis atau jual beli menurut Islam adalah kejujuran. Sehingga setiap bentuk iklan atau promosi harus dilakukan secara jujur dan transparan, tanpa menutupi fakta yang sebenarnya.
Dalam sistem Islam, peran negara sebagai pengelola sumber daya alam juga berperan sebagai pengatur dan pembuat regulasi yang bersumber pada syariat Islam. Setiap regulasi yang dikeluarkan harus adil dan tegas untuk mencegah dan memperketat aturan agar tidak terjadi kesewenang-wenangan dalam kepemilikan dan pengelolaan sumber daya alam. Sehingga hasilnya dapat dirasakan seluruh mahluk dan bumi tetap terjaga dari kerusakan akibat ulah manusia. Wallahualam bissawab. []
Disclaimer
www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com


















[…] Baca juga: Air Sumber Kehidupan yang Diperjualbelikan […]