
Kematian yang kita siapkan harusnya untuk mendapatkan rahmat dan rida-Nya agar memperoleh akhir hidup yang husnul khatimah.
Oleh. Dewi Kusuma
(Kontributor NarasiLiterasi.Id)
NarasiLiterasi.Id-Allah Swt. menciptakan manusia dengan sempurna. Manusia sempurna karena disertai dengan adanya akal. Kesempurnaan ini pun memiliki batas. Seluruh umat manusia mempunyai batas usia. Semua pada akhirnya akan mengalami kematian.
Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Anbiya': 35.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilainā turja'ụn
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."
Ayat ini jelas menerangkan kepada kita bahwa semua jiwa akan mengalami kematian. Kehidupan dunia yang telah kita jalani akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. Semua akan dipertanggungjawabkan tanpa tertinggal sedikitpun. Baik perbuatan tersebut berupa kebaikan, maupun perbuatan yang bersifat keburukan.
Setiap jiwa perlu menyadari bahwa sebelum datangnya kematian manusia harus mempersiapkan bekal untuk menghadap kehadirat Allah Swt. Sebagaimana ayat di atas yang menyebutkan bahwa semua manusia akan dikembalikan hanya kepada-Nya. Lalu apakah kita akan menghadap Allah tanpa persiapan apapun?
Mempersiapkan Bekal Akhirat
Allah menciptakan manusia bukan tanpa aturan. Seluruh syariat-Nya adalah peraturan yang wajib kita taati. Baik itu berupa perintah-perintah-Nya atau pun berupa larangan-Nya. Kita tidak boleh mengingkari satu ayat pun. Seluruh syariat-Nya telah disatukan dalam kitab suci Al-Qur'an.
Allah Swt. pun telah memilih sosok mulia untuk dijadikan teladan bagi seluruh manusia. Rasulullah Muhammad saw. adalah utusan Allah Swt. Dialah utusan yang menyampaikan kepada manusia semua apa yang diperintahkan Allah Swt. kepadanya. Wajib bagi kita untuk meneladani Rasulullah Muhammad saw.
Al-Qur'an dan hadis menjadi patokan kehidupan manusia. Segala ketentuan syariat-Nya telah dijelaskan oleh Rasulullah Muhammad saw. Apa yang dilarang-Nya wajib kita tinggalkan dan apa yang diperintahkan-Nya wajib kita laksanakan.
Segala amal baik dalam syariat telah diperintahkan oleh Allah Swt. dan dicontohkan melalui utusan-Nya. Sosok mulia Rasulullah Muhammad saw. telah mencontohkan dari sejak bangun tidur hingga tidur lagi. Semua telah Allah atur dengan sempurna. Tinggal manusia yang diwajibkan atas syariat tersebut untuk menggunakan akalnya. Akalnya wajib digunakan untuk memilih hal-hal yang baik sesuai ketentuan syariat-Nya. Dan wajib meninggalkan apa pun yang dilarang-Nya.
Jika kita ingin kembali kepada Allah Swt. dengan bekal yang baik tentu kita wajib menyiapkannya dengan perbuatan baik. Kebaikan sesuai dengan syariat-Nya wajib dilakukan. Sementara hal-hal yang bersifat buruk wajib ditinggalkan.
Baca juga: Kematian, Sudahkah Kita Menyiapkannya?
Berpulang dengan Islam
Islam adalah agama yang telah Allah ridai dan telah Allah sempurnakan dari agama samawi lainnya. Adapun kitab suci Al-Qur'an pun telah disempurnakan oleh Allah Swt. untuk menjadi benteng kehidupan. Kita wajib yakin bahwa sistem Islam itulah yang terbaik. Sistem Islam wajib diterapkan. Karena sistem Islam ini berasal dari Zat Yang Maha Agung.
Allah Swt. telah menetapkannya sebagai aturan kehidupan yang wajib kita taati. Tentu semuanya ingin kembali kepada Allah Swt. untuk menikmati kenikmatan di surga-Nya bukan? Itu itu sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna wajib meyakini hal ini.
Dengan diterapkannya sistem Islam secara sempurna maka akan mewujudkan rahmatan lil alamin. Penerapan Islam dalam kehidupan menjadi sebab turunnya rahmat bagi seluruh alam semesta dan seluruh manusia.
Problematika kehidupan yang kita rasakan saat ini tidak akan terjadi. Sebab janji Allah Swt. tidak pernah diingkari-Nya. Janji Allah Swt. pasti benar. Dalam QS Al-Anbiya: 107 Allah Swt berfirman,
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
Dan dalam QS Al-Zalzalah: 7 disebutkan bahwa siapapun yang mengerjakan kebajikan sebesar zarrah maka Allah Swt. akan memberikan balasannya.
Begitu pula dalam QS Al-Zalzalah: 8 dijelaskan pula bahwa barang siapa yang mengerjakan keburukan sebesar zarrah pun, Allah Swt. juga akan memberikan balasannya.
Untuk itu kita wajib mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Kematian yang kita siapkan harusnya untuk mendapatkan rahmat dan rida-Nya agar memperoleh akhir hidup yang husnul khatimah. Wallahualam bissawab. []
Disclaimer
www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

















