Perbudakan Modern di Pabrik BYD

perbudakan d BYD

Ekonomi kapitalisme tetaplah sebuah sistem berwajah bengis karena menjadikan perbudakan sebagai salah satu jalan untuk mencapai kekayaan yang fenomenal.

Oleh. Arum Indah
(Kontributor Narasiliterasi.id)

Narasiliterasi.Id-Pabrik BYD dan Jinjiang Construction tengah menjadi sorotan. Isu perbudakan mencuat tatkala otoritas ketenagakerjaan Brasil mengungkap kondisi 163 pekerja yang memprihatinkan di lokasi konstruksi pabrik BYD di Bahia. Pihak berwenang Brasil mengatakan bahwa seluruh pekerja itu dibawa secara ilegal dari Cina. Dugaan human trafficking pun mencuat. Pemerintah Brasil pun telah menghentikan visa kerja sementara BYD. (Reuters.com, 27-12-2024)

BYD ialah singkatan dari Build Your Dream yang merupakan perusahaan multinasional dari Tiongkok dengan spesialisasi pembuatan kendaraan listrik, baterai, dan energi terbarukan, sedangkan Jinjiang Contruction merupakan perusahaan yang menyediakan layanan konstruksi properti dengan laba yang mencapai tiga miliar yuan atau setara dengan $400 juta. Jinjiang telah lama menjadi mitra bagi BYD. Selama ini Jinjiang telah memperkerjakan ratusan orang untuk membangun pabrik BYD di Xian, Shaanxi, dan Zhengzhou.

Praktik Kerja Paksa

Kantor Ketenagakerjaan Brasil merilis rekaman video yang menampakkan kondisi asrama tempat pekerja itu tinggal. Mereka terpaksa beristirahat di tempat tidur tanpa kasur dan tidak ada lemari ataupun tempat untuk menyimpan barang-barang pribadi mereka sehingga barang mereka bercampur dengan bahan makanan yang ada. Kondisi itu diperburuk dengan sanitasi yang kritis, di mana satu toilet harus digunakan untuk 31 pekerja. Tak jarang mereka harus mengantre sejak dini hari karena harus segera pergi bekerja di pagi hari. Mereka juga dipaksa untuk bekerja selama tujuh hari dalam seminggu.

Saat tiba di lokasi pekerjaan, pekerja pun dipaksa bekerja di bawah sinar matahari secara intens dan mengakibatkan kulit mereka mengalami kerusakan. Tak cukup sampai di situ, 60 persen upah pekerja pun ditahan dan mereka hanya bisa menikmati 40 persennya. Paspor mereka pun disita dan siapa saja yang berniat memutuskan kontrak, maka ia sendiri yang harus membayar tiket pesawat dari Cina, tiket pulang, dan seluruh biaya terkait.

Menanggapi hal itu, anak perusahaan BYD di Brasil langsung mengambil tindakan tegas dan memutus kontrak dengan Jinjiang Contruction. BYD mengatakan tidak akan menoleransi pelanggaran hukum dan martabat manusia di Brasil.

Respons Atas Dugaan Perbudakan

Jinjiang Construction menolak tuduhan adanya praktik kerja paksa yang dilakukan oleh pihaknya. Mereka mengeklaim telah terdapat kesalahan penerjemahan dan penggambaran yang tidak akurat mengenai informasi perbudakan itu. Jinjiang bahkan menuding pihak Brasil telah merendahkan martabat para pekerjanya dengan menyebut mereka sebagai budak. Jinjiang menolak tuduhan penahanan terhadap paspor para pekerja. Menurutnya, justru para pekerja yang menyerahkan paspor guna mengajukan permohonan sertifikat identitas sementara.

BYD yang awalnya ingin mengakhiri kontrak dengan Jinjiang Construction pun beralih menuding keterlibatan pihak asing dan  sejumlah media yang dengan sengaja ingin memprovokasi hubungan Tiongkok dan Brasil. Kementerian Luar Negeri Tiongkok pun telah turun tangan dengan coba memverifikasi situasi dan menekankan bahwa Cina selalu berkomitmen untuk melindungi hak-hak para pekerja dan menetapkan setiap perusahaannya harus berjalan dalam koridor hukum negara.

Menguatnya Dominasi Cina

Pertemuan antara aparat hukum Brasil, BYD, dan Jinjiang Construction membuahkan vonis bebas penyelidikan. Akan tetapi, BYD dan Jinjiang tetap akan mendapatkan pengawasan dari inspektur ketenagakerjaan dan jaksa federal Brasil.

Pembangunan pabrik BYD di Brasil ini merupakan bagian dari rencana untuk memproduksi 150.000 mobil listrik buatan Cina. Ya, Brasil memang merupakan pasar luar negeri terbesar bagi Cina. Setidaknya satu dari lima mobil yang diproduksi BYD di luar Tiongkok terjual di Brasil. Pembangunan pabrik ini sekaligus menjadi simbol menguatnya pengaruh Cina di negara itu. BYD sendiri telah menggelontorkan dana lebih dari $620 juta untuk pembangunan pabrik di Bahia ini. BYD diproyeksi akan mengalahkan penjualan Ford dan Honda.

Brasil juga telah lama berupaya meningkatkan investasi Cina. Namun, model Cina yang sering membawa serta para pekerja dari negaranya telah menimbulkan krisis lowongan pekerjaan yang harus dihadapi Presiden Luis Inacio Lula da Silva.

Perbedaan Pandangan

Beberapa pengguna sosial dari Cina justru mengatakan hal yang mengejutkan. Mereka mengatakan bahwa kondisi pekerja di Brasil merupakan pemandangan yang sangat umum dan wajar di lokasi konstruksi di Cina. Namun, kewajaran itu tampaknya tidak sesuai dengan kebiasaan masyarakat Brasil yang menganggap jam kerja berlebihan, pemaksaan kerja, akomodasi yang tak memadai, dan pekerjaan yang melanggar martabat manusia dikategorikan sebagai perbudakan.

Mantan editor tabloid Partai Komunis Global times Hu Xijin mengatakan bahwa BYD harys tetap meningkatkan kondisi karyawan. BYD harus siap dengan segala kontroversi yang mungkin akan mereka hadapi saat menjadi perusahaan mobil listrik terbesar.

Kapitalisme Sumber Perbudakan Modern

Perbudakan bukanlah hal baru di dalam seluruh jenis masyarakat kapitalisme, baik masyarakat yang serba bebas hingga eksploitatif, protektif hingga kasar, dan demokratis hingga tidak diatur. Ekonomi kapitalisme tetaplah sebuah sistem yang berwajah bengis karena menjadikan perbudakan sebagai salah satu jalan untuk mencapai kekayaan yang fenomenal. Sistem kapitalisme yang berorientasi materi telah menjadikannya menempuh segala cara untuk mewujudkan tujuan mencapai kekayaan materi. Dalam dunia korporasi, tenaga kerja adalah hal yang paling mudah untuk dieksploitasi. Tak mengherankan jika kapitalisme sering menumbalkan tenaga kerja demi mencapai tujuan.

https://narasiliterasi.id/opini/10/2024/perbudakan-kampus-mahasiswa-dipaksa-kerja/

Amerika sebagai induk kapitalisme, sejarahnya bahkan tak luput dari praktik perbudakan ini. Dalam buku yang berjudul Kapitalisme Perbudakan: Sejarah Baru Pembangunan Ekonomi Amerika mengisahkan bagaimana kekejaman Amerika mengeksploitasi para petani dan lahan pertanian di beberapa tempat untuk membangun perekonomian mereka. Apa yang dilakukan Amerika juga dilakukan oleh negara-negara penganut kapitalisme. Meski Cina terkenal sebagai penganut ideologi komunisme, faktanya ekonomi Cina tetap menjadikan kapitalisme sebagai sendi-sendi penegak perekonomian mereka. Konsep kapitalisme ini tak jarang termanifestasi dalam korporasi besar saat ini.

Islam Membebaskan Perbudakan

Islam datang ke tengah-tengah masyarakat jahiliah yang memiliki tradisi melegalkan perbudakan. Berkaitan dengan kondisi itu, maka Islam telah menetapkan dua hal. Pertama, Islam telah menetapkan hukum syariat terhadap budak, seperti kebolehan untuk menggaulinya, memperjualbelikannya, dan lain sebagainya. Adapun hal yang kedua, visi misi penerapan syariat Islam adalah untuk menghapus perbudakan. Terkait kasus human trafficking yang sedang marak hari ini, maka ini bukanlah kasus perbudakan sebagaimana yang dimaksud di dalam Islam. Human trafficking merupakan praktik memperbudak manusia merdeka. Praktik semacam ini sangat dilarang di dalam Islam.

Terkait dengan peristiwa BYD dan Jinjiang Contraction, ini termasuk dalam pembahasan ijarah (kontrak kerja). Maka, Islam membolehkan adanya kontrak kerja untuk memperkerjakan seseorang sesuai dengan akad yang telah dibuat. Akad ini mencakup jenis pekerjaan, waktu bekerja, upah, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Transaksi ijarah harus jelas dan tidak boleh kabur. Rasulullah bersabda:

Apabila salah seorang di antara kalian mengontrak (tenaga) seorang pekerja maka hendaknya ia memberitahukan kepadanya upahnya.” (HR. Daruquthni)

Lebih dari itu, perbudakan modern adalah masalah kompleks yang timbul akibat penerapan sistem kapitalisme. Di satu sisi, kapitalisme telah menciptakan kemiskinan struktural yang membuat seseorang akan mudah terjebak dengan iming-iming pekerjaan. Di sisi lain, kapitalisme telah memberikan kuasa pada pihak pemilik modal untuk bisa mengeksploitasi sumber daya alam sekaligus sumber daya manusia.

Khatimah

Perbudakan modern ialah praktik yang tercipta dalam DNA sistem kapitalisme. Menyelesaikan problem perbudakan modern tanpa menghilangkan sistem kapitalisme dalam kehidupan adalah sia-sia belaka sebab kapitalisme yang menyuburkan praktik ini.  

Oleh karena itu,  praktik ini hanya bisa dihentikan dengan penerapan syariat Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah.

Wallahu’alam bishowab []

Disclaimer

www.Narasiliterasi.id adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  www.Narasiliterasi.id melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan www.Narasiliterasi.id. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor Narasiliterasi.id
Arum Indah Kontributor Narasiliterasi.id
Previous
Perjuangan Meraih Harapan
Next
Hikmah di Balik Peristiwa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram